PENGUMUMAN
AISTSSE

AISTSSE FMIPA, Ajang Bertukar Pengetahuan Akademisi Unimed dengan Peneliti Internasional

MEDAN – Sebuah konferensi ilmiah tentang tren perkembangan sains dan pendidikan sains (AISTSSE) kembali digelar oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unimed. Ini adalah ajang bertemu dan berbagi pengetahuan para akademisi dan peneliti sains dari berbagai negara. Selain akademisi Unimed, peserta yang hadir pada acara kali ini antara lain, Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, Dr. Chong Kui Kian (Menteri Pendidikan Brunai Darussalam), Prof. Takahiro Asami (Shinshu University, Jepang), Prof. Kenji Matsuma (Osaka University, Jepang), Prof. Mauro Mocerino (Curtin University of Technology, Australia), Mr. Lee Siew Lin (Praktisi Pendidikan Singapura) dan akademisi dari berbagai universitas dalam negeri.

“Banyak isu tentang sains dan pendidikan sains yang masih  perlu diungkap. Untuk meningkatkan kesadaran dan  pengetahuan tentang tren sains dan pendidikan sains di Indonesia, maka FMIPA Unimed mengadakan seminar ini,” ujar Prof Syawal Gultom ketika membuka acara ini di Grand Mercure Hotel Medan, Selasa (14/11).

Lebih jauh, menurut Prof Syawal, ajang ini juga bertujuan untuk memberi kesempatan dan ruang untuk berbagi gagasan dan pengalaman serta mendiskusikan perkembangan  paradigma dalam sains dan pendidikan sains. “Yang pasti kita harapkan bisa memberikan hasil terbaik bagi perkembangan sains dan pendidikan sains di Indonesia,” ujarnya.

AISTSSE 2

Prof Syawal juga mengungkapkan alasan banyaknya ajang internasional yang diselenggarakan oleh Unimed akhir-akhir ini. Menurutnya ini merupakan upaya untuk mengembangkan Unimed menuju kampus kelas dunia. Seperti diketahui, Unimed menjadi salah satu dari tiga LPTK negeri yang didorong oleh Kemenristekdikti untuk menjadi world class university.

Sementara itu, Dekan FMIPA Dr. Martina Restuati, M.Si mengungkapkan, ini adalah AISTSSE yang keempat. FMIPA Unimed rutin menyelenggarakan seminar internasional tiap tahun. “Kali ini panitia menerima lebih dari 100-an abstrak seminar dan full paper yang terdiri dari bidang pendidikan sains, biologi, kimia, fisika dan matematika. Sejumlah pembicara dan peserta dari berbagai negara juga turut berpartisipasi, seperti dari Thailand, Malaysia, Brunei Darusssalam Filipina, dan Indonesia. Dari dalam negeri, turut berpartisipasi sekitar 20-an universitas. Ini menandakan bahwa event ini sudah sangat familiar dan interaktifnya seminar ini,” katanya.

Tren Sains dan Pendidikan Sains

Banyak hal baru yang dipaparkan pada AISTSSE ke-4 ini. Seperti yang disampaikan oleh ahli biologi, Prof Takahiro Asami tentang penelitiannya pada ular dan siput. Siput katanya, memiliki dua bentuk yakni sinistrals dan dextrals. Dari penelitiannya, yang bentuk dextrals lebih banyak diamati dan dimangsa oleh ular dibandingkan yang bentuk sinistrals.

Dalam bidang pendidikan, Chong Kui Kian menjelaskan keberarhasilan metode Inquiry-Based Sains Education (IBSE) di Brunai Darussalam. Sedangkan Prof Mauro Mocerino mengatakan model POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) telah ia gunakan sebagai kerangka untuk meningkatkan partisipasi siswa di Australia. (Humas Unimed)