PENGUMUMAN
Cah Gubug

Cah Gubug

Cah gubug adalah sebuah perkumpulan mahasiswa-mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam bidang teater. Perkumpulan ini dibuat pada tanggal 14 Agustus 2010. Cah gubug ini juga dibuat atas dasar pemikiran-pemikiran orang-orang yang ada didalamnya pada saat itu mengenai krisis kepercayaan diri pada mahasiswa untuk mengekspresikan kemampuan atau bakat-akat yang mereka miliki dalam bidang sastra. Cah gubug lebih mengkhususkan bidang yang paling mereka dalami adalah Teater, dengan beda dari teater-teater lainnya yaitu “TEATER BISU”. Orang-orang yang ada didalamnya percaya bahwa mengekspresikan sesuatu tidak perlu dengan berbicara tetapi juga bisa lewat gerakan-gerakan yang pertunjukkan oleh orang-orang yang ada didalamnya. Cah Gubug sudah memiliki 3 angkatan selama berdiri mulai tahun 2010 tersebut. Angkatan pertama terdiri dari 7 orang, angkatan kedua terdiri dari 4 orang, dan angkatan ketiga terdiri dari 8 orang.

Dengan beranggotakan 7 orang awalnya, yaitu Safarudin Gayo, Faishal Arief, Yani, Fristy, Eddy, Alan, Baginda Syarief. Lewat penampilan perdana Cah Gubug yang dilangusngkan pada saat PAMB (Perkenalan Awal Mahasiswa Baru) di Unimed khususnya di Fakultas Bahasa dan Seni. Cah gubug sendiri sebenarnya ingin membuat pemikiran-pemikiran mahasiswa tentang “Aku tidak bisa…” menjadi suatu yang bisa mereka lakukan. Lewat sastra khususnya Teater.

Ekspresi artinya adalah mengeluarkan semua kemampuan yang ada didalam diri kita. Maka dari itu, 7 orang anggota tersebut ingin mengajak mahasiswa lainnya untuk berani mengekspresikan kemampuan yang ada didalam diri mereka untuk diapresiasikan ke muka umum.

Seiring berjalannya waktu Cah gubug juga ingin mengajak mahasiswa lain untuk masuk ke dalam perkumpulan tersebut. Cah gubug mengartikan perkumpulan mereka bukan seperti “komunitas”  tetapi sekumpulan anak-anak yang ingin ikut mengekspresikan kemampuan mereka dalam bidang teater khususnya. Cah Gubug bukan sebuah Kkomunitas tetapi KELUARGA yang senantiasa berjalan beriringan untuk mencapai apa yang diinginkan.

Ketika itu, masuklah 4 orang angkatan baru yaitu Fitrah Nuradillah, Tuti, Ria dan Justuanus Tarigan. Mereka belajar bersama didalam perkumpulan tersebut. Seperti yang sering dikatakan oleh Safarudin Gayo “kita disini untuk sama-sama belajar, karena Cah Gubug adalah keluarga yang sama-sama belajar untuk mendalami sastra, dan bukan hanya sastra” dengan bermain teater menggunakan HATI.

Tentu semua bertanya-tanya, “Kenapa Cah Gubug? Apa arti dari Cah Gubug?” Cah Gubug berarti Anak-anak yang senang berkumpul didalam. Seperti halnya anak-anak yang ada dipedesaan yang senang berkumpul di gubug-gubug yang ada ditengah sawah misalnya. Seperi itulah kami mengartikan sebuah nama “Cah Gubug”

Pada tahun 2011, masuklah angkatan ketiga, Cah Gubug memiliki perbedaan dengan komunitas-komunitas lain yang menggunakan cara perekrutan untuk menarik anggota baru, menggunakan formulir, dsb. Namun, di Cah Gubug, anggota baru di ajak, dengan punya niat yang sama yaitu ingin sama-sama belajar mengekspresikan kemampuan mereka, terkhusus teater. Masuklah 9 orang anggota baru yaitu, Nanda, Dianty, Artha, Dinda, Afrina, Vamila, Hasanah, Chorsalina, Sakinah. Dengan sama-sama memiliki keinginan yang sama-sama untuk sama-sama belajar. Perkumpulan ini percaya dengan adanya Proses hingga sekarang. Dengan proses yang baik, maka akan menghasilkan Sesuatu yang baik pula.

Tidak hanya teater, Cah Gubug juga bida menampilkan berbagai hasil karya dari anak-anak mahasiswa yang ingin belajar itu seperti musikalisasi puisi, membaca puisi, menulis puisi, menulis cerpen. Hal ini juga dapat dilihat dari berbagai pertunjukkan yang sudah pernah dilakonkan diberbagai tempat oleh mahasiswa-mahasiswa yang tergabung didalam perkumpulan cah gubug tersebut. Anak-anak Cah Gubug juga pernah memenangkan perlombaan Musikalisasi Puisi pada tahun 2012 yang diselenggarakan oleh HMJ Basastrasia, melakonkan berbagai teater seperti Teater Oek di Acara semarak budaya 2012 di FBS dengan naskah yang ditulis oleh salah satu anggota Cah Gubug yaitu Fitrah Nuradillah, melakonkan musikalisasi puisi karya Gus Muh “Kau ini bagaimana, atau aku harus bagaimana?” sebagai bintang tamu di acara Pertunjukkan teater wek-wek di Taman Budaya Sumatera Utara, Sebagai pengisi Acara di Acara seminar yang diselenggarakan di Auditorium Unimed tahun 2013.

Cah Gubug sama-sama memiliki impian untuk sama-sama memajukan dunia sastra khususnya teater, mengenalkan teater bisu yang jarang diketahui oleh orang banyak, mengikis krisis kepercayaan diri yang ada dalam diri mahasiswa-mahasiswa sekarang ini. Cah gubug adalah keluarga kecil yang bahagia, cah gubug adalah saudara yang tidak pernah lelah untuk bermimpi, cah gubug adalah tempat bersandar dan belajar untuk sama-sama belajar mengenal teater, mengenal dunia sastra, belajar untuk lebih peka dengan hal-hal yang sering terjadi disekitar lingkungan.

Dengan bersama kita pasti bisa. Dengan belajar kita pasti mampu. Karena mimpi berasal dari orang-orang yang ercaya bahwa semua yang ada dalam mimpinya akan terwujud jika kita mau belajar bersama. Cah Gubug adalah keluarga, tawa, pengetahuan, dan kebersamaan.