PENGUMUMAN
Judisium FIP

Dekan FIP Unimed Lantik 209 Lulusan Siap Kerja

MEDAN (Unimed) – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unimed melantik 209 orang alumnus program strata satu (S1) pada acara yudicium yang digelar di Gedung Auditorium Unimed (3/8). Lulusan tersebut terdiri dari 25 orang Jurusan PPB/BK, 39 orang Jurusan PLS, 95 orang Jurusan PGSD, dan 50 orang Prodi PG-PAUD.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FIP Dr. Nasrun, MS., didampingi oleh Wakil Dekan I Prof. Dr. Yusnadi, MS., Wakil Dekan II Drs. Elizon Nainggolan, M.Pd., Wakil Dekan III Drs. Edidon Hutasuhut, M.Pd. dan dihasiri oleh guru besar FIP, para dosen, staff tenaga kependidikan FIP, dan undangan para wali/orang tua lulusan.

Pengukuhan judicium tersebut dilakukan oleh Dekan FIP Dr. Nasrun, M.S. dan disaksikan oleh seluruh hadirin. Adapun lulusan terbaik dengan indeks prestasi tertinggi antara lain Sakinah Hasibuan dengan IPK 3,89 dari Jurusan PPB/BK, Dessy Natalia Perangin-angin dengan IPK 3,85 dari Jurusan PLS, Juliana Sihite dengan IPK 3,85 dari jurusan PG-PAUD, dan Irfan Mahyaruddin Zakuy dengan IPK 3,78 dari jurusan PGSD.

Judisium FIP 2

Pada sambutannya, Nasrun mengucapkan “selamat kepada para alumni yang telah menyelesaikan program studinya dan kami juga turut berterima kasih kepada orang tua yang telah mempercayakan Unimed sebagai tempat menempa pendidikan bagi anak-anaknya, semoga para lulusan nantinya dapat mengemban amanah pendidikan dengan baik dan senantiasa menjaga nama baik almamater. Tampilkan diri saudara sebagai insan lulusan FIP Unimed yang memiliki kapasitas hardskill dan softskill yang baik, tetap komunikasi dan silahturahmi dengan FIP Unimed sebagai almamater dan sesama alumni dimanapun berada, berikan kontribusi kepada FIP Unimed berupa masukan, kritik konstruktif, dan ide kreatif-solutif dalam rangka meningkatkan kualitas almamater yang harus selalu kita banggakan; bukan sebaliknya membangun opini yang dapat merendahkan Unimed, dan bekerja dengan tulus ikhlas dengan tetap menjaga wibawa dan martabat insan akademis khususnya sebagai keluarga besar Unimed.”

Lanjut Nasrun, “dalam lima tahun terakhir ini Unimed tetap diberikan kepercayaan oleh Dirjen Dikti untuk mnyelenggarakan program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T), dimana setelah selesai mengabdi selama setahun diberi kesempatan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) secara gratis, berasrama, dan beasiswa. Oleh karena itu, seiring dengan semakin terbukanya peluang saudara untuk mengabdikan diri guna memenuhi tuntutan profesi guru dengan cara meningkatkan kompetensi guru yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan kompetensi profesional.Komitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan daya saing lulusannya, dilakukan melalui penerapan pembelajaran bermutu, integrasi softskill dalam pembelajaran, penerapan test standar dan penyelarasan KBK dengan kerangka kualifikasi nasional indonesia (KKNI). Kedepan FIP Unimed akan tetap fokus terhadap engembangan pendidikan karakter guna menghasilkan generasi yang jujur, cerdas, tangguh dan peduli. “

Sakinah Hasibuan sebagai lulusan terbaik mengatakan, kami bangga menjadi bagian dari FIP Unimed. Terima kasih yang tak terhingga kepada guru besar, dosen, dan staff kependidikan yang telah membimbing dan menghantarkan kami hingga menjadi sarjana. Kami akan selalu menjaga nama baik Unimed sebagai almamater kami dan akan mengaplikasikan pendidikan. Kelulusan sebagai seorang sarjana bukan akhir dari pendidikan, namun awal perjuangan kami untuk mengadikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara. Untuk bersama membangun pendidikan Indonesia menjadi lebih maju.  (Humas Unimed).