PENGUMUMAN
Ali Gufron _ Syawal Gultom

DIRJEN Sumber Daya IPTEK Bicara Pengembangan Karir Dosen Di UNIMED

Medan (Unimed) – Unimed mendapatkan kehormatan kunjungan Dirjen Sumber Daya IPTEK DIKTI KEMENRISTEKDIKTI Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D.. Kedatangan beliau dalam rangka memberikan materi di kegiatan focus group discussion (FGD) tentang arah kebijakan pengembangan karir dan jabatan fungsional dosen.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang sidang A Biro Rektor Unimed pada 9 Januari 2016. Acara di buka oleh Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. Turut hadir ; Wakil Rektor II Dr. Restu, MS., Wakil Rektor III Prof. Dr. Sahat Siagian, M.Pd., dekan dan direktur PPs, Guru Besar, seluruh fungsionaris dan ratusan dosen.

Prof. Syawal Gultom, dalam kata pembuka menyampaikan selamat datang kepada Dirjen Sumber Daya IPTEK DIKTI KEMRISTEKDIKTI Prof. Ali Ghufron Mukti, yang sudah menyempatkan waktunya untuk hadir di Unimed, kampus pertama di Sumatera Utara yang mendapatkan akreditasi institusi A dari BAN-PT dan meraih peringkat 20 Kampus Hijau se-Indonesia.

Dirjen Sumberdaya Dikti

Lanjut beliau, pentingnya bagi dosen untuk menulis karya ilmiah dan mempublikasikannya di jurnal nasional dan internasional, karena karya tersebut ada hubungannya dengan reputasi publikasi ilmiah dosen di tingkat internasional. Kita kalah jauh dari Malaysia dan Singapura dalam hal itu. Melalui pertemuan baik ini saya ajak para hadirin di FGD kali ini untuk merancang dan mempersiapkan diri agar di tahun 2017 ini tingkat publikasi ilmiah di jurnal terindeks nasional dan internasional bisa kita tingkatkan. Unimed akan mendukung dan membantu dari sisi sarana, prasarana dan dana agar harapan meningkatkan publikasi karya ilmiah dosen dapat kita kejar. Khusus bagi para dosen yang telah selesai Doktor, ayo sama-sama kita melangkah agar jumlah Guru Besar Unimed bisa terus bertambah dan Bapak/Ibu yang sudah Guru Besar dapat kita satukan langkah untuk meningkatkan publikasi karya ilmiah.

Senada dengan Rektor Unimed, dalam paparannya Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D. mengatakan Indonesia masih ketinggalan jauh dengan Malaysia, Singapura dan Thailand, dalam publikasi karya ilmiah di jurnal Internasional. Problema SDM perguruan tinggi di Indonesia adalah masih ada dosen yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan minimal (S2), jumlah dosen yang berpendididkan doktor (S3) masih kurang, masih banyak dosen yang belum memiliki jabatan akademik, jumlah guru besar masih sangat sedikit, publikasi ilmiah dosen/ilmuwan dan HAKI masih sangat rendah.

Dosen Unimed

Lanjut Prof. Ali Ghufron, untuk mendongkrak perguruan tinggi di Indonesia semakin unggul, pemerintah berupaya melakukan terobosan-terobosan menerapkan kebijakan dalam bidang pendidikan, dengan melakukan lima strategi peningkatan SDM di perguruan tinggi, antara lain; 1) Pemberian beasiswa dengan berbagai skema, 2) Reformasi birokrasi kenaikan jabatan akademik khususnya untuk jabatan akademik tertinggi yaitu professor, 3) Rekruitmen dosen multi entry dan penerapan konsep sharing resources, 4) program magang, detasering dan inviting worldclass professor, dan 5) penulisan jurnal dan kerjasama luar negeri.

“saya ajak dosen-dosen Unimed yang sudah bergelar Doktor agar memanfaatkan masa musim mudah dalam pengurusan Guru Besar. Kalau nanti musim mudah ini sudah berganti musim sulit saya tidak ikut bertanggungjawab”, ujar beliau sambil tertawa dan disambut tertawa bersama para hadirin. Untuk mengurus Guru Besar sekarang sudah menggunakan pola online dan tidak memakan waktu lama. Jika seluruh dokumen lengkap sesuai yang dipersyaratkan, satu bulan sudah keluar SK Guru Besarnya. (Humas Unimed)