PENGUMUMAN
Prof Dominik Bonatz Megalitikum Sumatera

Freie Universität Berlin Jerman Dan UNIMED Teliti Bersama Kebudayaan Kuno Sumatera

Prof. Dr. Dominik Bonatz dan tim peneliti dari Freie Universität Berlin Jerman melakukan ekskavasi untuk mengungkap kebudayaan kuno Sumatera. Dalam penelitian yang ingin mengungkap sejarah dan kebudayaan Megalitik ini juga terlibat dua orang mahasiswa Unimed. Hal ini terungkap dari ceramah ilmiah dengan tema “Megalith Culture in the Highlands of Sumatera : Two Regional Perspective. Orang Sumatera Bukan Pewaris Kebudayaan Kuno Sumatera?” yang dilaksanakan oleh Prodi Antropologi Pascasarjana Unimed pada jumat, 22 Agustus 2014.

Acara Ceramah Ilmiah ini dilaksanakan di Lantai 4 Gedung Pascasarjana Unimed dan dihadiri oleh Rektor Unimed Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si., Ketua Prodi Antropologi Sosial Pascasarjana Unimed Dr. Phil. Ichwan Azhari, MS., Guru Besar Freie Universität Berlin Jerman Prof. Dr. Dominik Bonatz sebagai pembicara, Dosen dan mahasiswa Prodi Pascasarjana Unimed, Dosen dan mahasiswa Pend. Sejarah Unimed, Dosen dan mahasiswa Pend. Antropologi Unimed, Arkeolog Sumut, Guru, penulis dan praktisi kebudayaan lainnya.

Rektor Unimed dalam sambutannya mengatakan unsur budaya ada tiga yaitu; ide, interaksi sosial, dan peninggalan (artefak). Artefak ini menceritakan peristiwa budaya. Jadi konstruksi hari ini dapat mengungkapkan peristiwa di masa lampau. Kami Unimed sangat senang dengan momen yang berharga ini, mendapatkan berbagai pengetahuan hasil penelitian puluhan tahun yang lalu dari Prof. Bonatz yang terus berupaya mengungkap kebudayaan-kebudayaan masa lalu. Kami juga bangga dua orang mahasiswa Unimed terlibat dalam beberapa penelitian beliau. Kedepan Unimed akan mengintensifkan kerjasama dengan Universitas Berlin dan beberapa universitas luar negeri lainnya. Ini adalah bagian dari MoU kita dengan Freie Universität Berlin. Bahkan dalam waktu dekat ini salah satu buku karya dosen Unimed akan dipamerkan pada pameran buku internasional di Frankfut Jerman, ujar beliau. Semoga akan bermunculan karya-karya dan hasil fenomenal yang dibuat oleh civitas akademika Unimed.

Sementara itu Ketua Prodi Antropologi Sosial Pascasarjana Unimed yang juga ketua panitia mengatakan, acara ini diadakan untuk membedah sejarah dan kebudayaan yang mungkin tidak banyak diketahui oleh banyak orang. Pembicara ini juga sengaja dihadirkan dari Jerman karena beliau adalah seorang ahli yang sudah lama meneliti tentang kebudayaan Megalitik di Mesopotamia Timur Tengah, Jambi, Sumatera Barat, Nias dan beberapa wilayah lain di Indonesia.

Prof. Dr. Dominik Bonatz dalam paparannya mengungkapkan bahwa Sumatera adalah tempat paling banyak ditemukannya situs Megalitik di Indonesia. Sumatera adalah pusat Megalit. Namun zaman megalitikum ini masih muda dan tidak termasuk dalam pra sejarah.

Semoga kegiatan ini menambah khazanah pengetahuan kita tentang berbagai pengetahuan masa lampau, dan menjadikannya pijakan untuk masa depan. (Humas Unimed).