PENGUMUMAN
MoU Madina dan Unimed

Gandeng UNIMED, Madina Kembangkan Pendidikan Berkarakter

Panyabungan, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal bekerjasama dengan Unimed dalam meningkatkan kualitas SDM dan mutu pendidikan. Penandatanganan MoU secara resmi ditandatangi oleh Rektor Unimed dan Bupati Pemkab Mandailing Natal, yang diwakili oleh Wakil Bupati Pemkab Mandailing Natal.

Turut hadir Wakil Rektor I Prof. Dr. Abdul Hamid K, M.Pd., Wakil Rektor III Prof. Dr. Sahat Siagian, M.Pd., Wakil Rektor IV Prof. Manihar Situmorang, M.Sc., Ph.D., Dekan FBS Dr. Isda Pramuniati, M.Hum, Dekan FIK Dr. Budi Valianto, M.Pd., Dekan FMIPA Dr. Asrin Lubis, M.Pd., Dekan FT Prof. Dr. Harun Sitompul, M.Pd., Dekan FIS Dra. Nurmala Berutu, M.Pd., Staf Ahli WR IV Unimed, Sekda Pemkab Manida, Dinas Pendidikan, dan pengurus PGRI Kab. Madina.

MoU Madina dan Unimed2

Penandatangan MoU tersebut dilakukan di Gedung Serbaguna Panyabungan pada 7 Desember 2016. Kegitan juga dirangkai dengan seminar sehari pendidikan berkarakter, dengan pemateri tunggal Rektor Unimed, Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd.

Dalam paparannya, Prof. Syawal Gultom mengatakan, karakter tidak bisa diajarkan dengan kata-kata, namun dengan perbuatan. Guru memberikan teladan dan contoh prilaku yang baik. Nilai-nilai moral harus diterapkan juga pada bidang studi masing-masing. Eksplorasi kemampuan dan potensi anak agar bertanggung jawab. Penggalian potensi anak tidak bisa diukur dengan nilai dan peringkat, namun hanya bisa diukur melaui perubahan sikap dan tingkah lakunya. Potensi anak didik dapat dirubah menjadi tanggung jawab dengan iman dan taqwa, ahlak yang mulia, sehat jasmani dan rohaninya, ilmu keterampilan dan kreativitas.

MoU Madina dan Unimed3

Lanjut beliau, memang tugas guru tidaklah mudah karena ditangan guru generasi masa depan akan lahir. Peradapan manusia dimulai dari pendidikan. Karena itu pembangunan karakter harus dimulai dari diri sendiri. Ciptakan kelas untuk ajang bagi siswa untuk belajar, menunjukkan kreativitas dan bakatnya serta menggali potensi anak didik dan menjadikannya bertanggung jawab.

Terdapat ratusan peserta yang mengikuti seminar pendidikan berkarakter tersebut. Para peserta terdiri dari guru SD, SMP, SMA/SMK se-Kab. Madina, Kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Ketua Panitia Saparuddin mengatakan tujuan kegiatan seminar sehari pendidikan berkarakter meningkatkan pelayanan pendidikan, meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal, menjadikan guru-guru yang berkarakter.  

Wakil Bupati Pemkab Madina, Muhammad Jafar Suheri Nasution mengatakan acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari guru dan ulang tahun PGRI yang ke 71 tahun, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan wawasan guru dalam mengajar, menerapkan pendidikan berkarakter di sekolah sehingga dapat melahirkan generasi-gerasi masa depan yang berkarakter. Indonesia memerlukan sumber daya manusia yang mendukung dalam bidang pembangunan dalam jumlah dan mutu yang memadai. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut pendidikan memiliki peranan penting. Target pendidikan berkarater dapat diimplementasikan baik disekolah, diluar sekolah dan dirumah. Sehingga melahirkan karakter yang jujur, religi, toleran, disiplin, kerja keras  dan mandiri. Beliau berharap agar setelah kegiatan ini, para guru dapat mengimplementasikan dalam mengajar dan membina siswa menjadi berkarakter. (Humas Unimed)