PENGUMUMAN
Gelitar

Gelitar (Gebrakan Literasi)

Gelitar, berdiri pada hari rabu, 29 Mei 2013, merupakan komunitas yang bercita-cita membangun dan mengembangkan sastra di semua kalangan sekaligus wadah untuk mengapresiasi karya sastra. Selain  itu, Gebrakan Literasimenjadi wadah bagi mereka yang memiliki kecintaan  terhadap sastra dan ingin mengembangkan kreativitas serta minat dan bakatnya di dunia sastra Indonesia.

Komunitas inidirintis oleh mahasiswa-mahasiswi Sastra Indonesia FBS-Unimed 2012 yang secara khusus dibentuk untuk membangun paradigma baru dalam bersastra. Bertindak sebagai penasehat, Muharrina Harahap, S.S. M. Hum., komunitas yang bersekretariat di Jl. Garu 1 No. 89 Medan ini memiliki visi mengukuhkan paradigma bersastra di kalangan mahasiswa khususnya dan masyarakat sastra pada umumnya. Adapun misi dari komunitas ini adalah membentuk pemikir-pemikir yang unggul dalam bersastra, berpikir dan berbuat untuk mengembangkan karya dalam sastra, menumbuhkan dan meningkatkan kecintaan terhadap karya sastra serta mengapresiasi semua karya sastra, baik sastra lama dan modern.

Berpikir ,Berbuat, dan Kreatif dalam Bersastra” demikian Gelitar menanamkan motto bagi setiap anggotanya. Beberapa kegiatan yang telah dirancang dan hendak dicapai seperti:  mencipta karya sastra dan mempublikasikannya ke media massa, diskusi sastra, menampilkan sastra, pementasan sastra serta menerbitkan antologi sastra.

Diketuai oleh Jakaria, Heny Anggreini sebagai sekretaris dan Dian Tiara sebagai bendahara, komunitas sastra yang bergeliat di lingkungan Universitas Negeri Medan dan baru saja terbentuk ini memiliki program kerja untuk satu semester, yakni: mencipta dan mengirim karya ke media dalam seminggu minimal 2 kali, perekrutan anggota baru, melakukan pertemuan 2 kali dalam sebulan, yaitu pertemuan tanpa mentor (mencipta, mengirim karya, dan diskusi), serta pertemuan dengan mentor ( mencipta, mengirim karya, dan diskusi sastra).

Di dalam pertemuan diadakan penampilan sastra. Berikut dengan tema yang telah ditentukan bersama mentor tetap Gelitar, Rudi Hartono Saragih, Sartika Sari dan Wahyu Iskandar.