PENGUMUMAN
Pemberantasan Korupsi

JAMWAS KEJAGUNG Bicara Pencegahan Korupsi Di UNIMED

Medan (Unimed) – Unimed kembali mendapatkan kehormatan kehadiran Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. H. R. Widyo Pramono, SH, MM. M.Hum. Tema yang yang dibahas yakni “Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi”. Hadir Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, beserta seluruh Wakil Rektor, Dekan, Direktur PPs, dan seluruh fungsionaris dilingkungan Unimed. Turut hadir Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan seluruh pimpinan Kejaksaan Kab/Kota di Sumatera Utara, serta puluhan staf kejaksaan dari berbagai daerah. Sedangkan peserta dari internal Unimed yakni puluhan dosen dan ratusan mahasiswa. Acara digelar di ruang sidang A biro rektor Unimed pada 8 November 2016.

Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, dalam sambutannya mengatakan, kami civitas Unimed mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dipilihnya Unimed sebagai pelaksana kuliah umum ini dengan menghadirkan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. H. R. Widyo Pramono, SH, MM. M.Hum. Kami Unimed siap mendukung dan bersinergi dalam mewujudkan Indonesia bebar dari Korupsi. Kita berharap acara kuliah umum ini dapat bermakna buat kami civitas Unimed dan hadirin undangan untuk terus mengelorakan semangat anti dan bebas korupsi, serta menjadi warga negara yang berintegritas dalam memajukan bangsa yang berperadaban.

Dalam penjelasannya, Prof. R. Widyo Pramono menyampaikan bahwa berbagai program pemerintah diarahkan dalam membangun tata kelola pemerintah yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, reformasi sistem yang mampu membebaskan Indonesia dari Korupsi, Kolusi dan Nepostime (KKN), dan membangun Indonesia dari pinggir dengan memperkuat daerah, serta revolusi mental. Dengan demikian tambahnya, “meningkatnya kualitas akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan menjadi indikator untuk menilai keberhasilan pencapaian pembangunan nasional yang bersih dan efektif”.

“Bertolak dari fakta bahwa hingga saat ini pemberantasan korupsi walupun telah melakukan upaya represif namun belum menampakkan keberhasilan yang optimal. Upaya preventif pun tidak cukup mencegah korupsi, pencegahan dengan pengendalian internal pun belum cukup, untuk itu, diperlukan terus didorong dan digalakkan berbagai terobosan pencegahan dan pemberantasan korupsi disemua lini sektor kehidupan manusia, jelasnya.

Hal ini dilakukan karena saat ini Korupsi di Indonesia dilakukan secara sistemik, korupsi telah menjadi suatu kemerosotan moral sehingga perlu penanganan yang sistematis. Pencegahan korupsi juga harus dilakukan seiring dengan upaya represif dalam pemberantasan korupsi. Untuk pencegahan korupsi memerlukan instrumen yang dapat memperkuat pengendalian intern instansi pemerintah. Faktor integritas mempunyai peranan penting dalam pembangunan manusia bebas KKN. Integritas dipakai untuk memerangi korupsi, kolusi dan nepotisme. Integritas dimaknakan sebagai kejujuran dan kebenaran dari tindakan seseorang, menjaga orang supaya tidak keluar dari jalurnya dalam mencapai sesuatu”.

Kuliah umum ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dari dosen, mahasiswa dan undangan yang  begitu antusias  melontarkan pertanyaannya. Sebagai pamungkasnya Prof. Widyo Pramono mengajak peran aktif seluruh komponen bangsa termasuk civitas akademika Universitas Negeri Medan dalam membangun integritas anti korupsi. (Humas Unimed).