PENGUMUMAN
Dandy Mandalahi

Kisah Mahasiswa Bidikmisi Unimed 2016, Mengundurkan Diri

Medan – Tepatnya beberapa hari yang lalu juli 2016, datanglah seorang siswa SMA berprestasi yang telah mengukir sebagai Juara 3 Olimpiade Matematika tingkat provinsi Sumatera Utara, bahkan selama sekolah SMP hingga SMA terus meraih rangking 1. Dia adalah calon mahasiswa baru Unimed yang lulus jalur SBMPTN Tahun 2016 dengan Beasiswa Bidik Misi ke Universitas Negeri Medan pada Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA. Sesampainya di kampus Unimed, atas arahan humas dibawa ke kantor tim penyelaras/SP4 Unimed, terjadilah diskusi ringan dan santai antara keduanya.

Calon mahasiswa baru tersebut bernama Dandy Mandalahi, lulusan SMA swasta di kota Siantar, asal dari daerah kabupaten Dairi, Sidikalang Sumatera Utara. Anak seorang petani sayur biasa dengan luas tanah lebih kurang 2 rantai, panen setiap per-tiga bulan, hidup penuh kesederhanaan di daerah jauh dari kota. Penghasilan perbulan juga tidak banyak, hanya rata-rata 2.500.000. Memiliki rumah permanen dengan ukuran 7 x 10 m persegi, 5 bersaudara dan si abangannya tidak kuliah hanya tamatan SMA dan membantu orang tua berkebun.

Dandy berujar, “saya di ikutkan oleh sekolah dimana saya belajar untuk mengikuti jalur SBMPTN 2016 dengan tidak minta persetujuan kedua orang tua. Munkin karena kepala sekolah saya berpikiran kalau saya berprestasi dan tidak mampu, makanya saya di usulkan untuk mendapatkan beasiswa bidik misi, ya karena saya berpikiran jika dapat beasiswa bidikmisi, kan saya tidak akan memberatkan orang tua dalam kuliah, itu pikiran saya. Lantas setelah saya lihat pengumuman SBMPTN tanggal 28 Juni 2016 secara online, puji Tuhan saya lulus di Unimed pada Prodi Pendidikan Matematika yang saya tau dari internet untuk masuk ke prodi tersebut sangat susah, karena tingginya persaingan”.

Kemudian dengan rasa bangga saya pulang melaporkan kepada ayah dan emak bahwa saya lulus di perguruan tinggi negeri di Medan. Lantar ayah saya berkata, “syukurlah nak kau lulus di PTN, semoga kau bisa sukses setelah kuliah nanti di Unimed. Kami orang tuamu mudah-mudahan mampu ko membiayai kau untuk kuliah tersebut. cetus Dandy “saya dapat beasiswa bidik misi yah, beasiswa ini menanggung uang kuliah persemester dan biaya hidup sampai tamat yah. Lalu si ayah, berkata “apa dapat beasiswa? kenapa dapat beasiswa itu ? kan itu seharusnya untuk siswa berprestasi dan orang tuanya tidak mampu secara ekonomi. Ayah dan emak mu ini masih mampu ko membiayai kau kuliah sampai tamat, biar pun kami petani sayur, tapi kami rasa masih mampu untuk membiayai mu. Begini aja, besok kau ke kampus Unimed itu, jumpai orang-orang disana yang menangani uang kuliah, sampaikan bahwa kau mengundurkan diri saja dari menerima beasiswa bidik misi itu, biar di alihkan kepada orang yang benar-benar membutuhkan beasiswa itu. Kau jangan takut, ayah dan emak mu masih sanggup ko membiayai kau kuliah sampai tamat. Janganlah kau ambil hak orang lain itu, gak bagus, dosa kita nak”. Mintalah ke Unimed ketetapan uang kuliah seperti mahasiswa biasa lainnya, biar saja kampus kau nantinya itu yang mutuskan kau dapat uang kuliah berapa dengan penghasilan yang tadi itu, ujar Dandy.

Pihak kampus, melalui salah seorang staf tim penyelaras yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, luar biasa anak dan orang tua seperti ini, suatu sikap dan teladan yang bernilai tinggi dalam kehidupan kita sekarang ini. Ternyata masih ada orang yang menjunjung tinggi nilai kebaikan dalam hidupnya. Kami mengerima usulan saudara untuk mengundurkan diri dari penerima bidik misi, akan kami sampaikan kepada pimpinan untuk diambil kebijakan sebaik munkin, karena memang masih banyak mahasiswa baru yang lulus ke Unimed awalnya mengusulkan beasiswa bidik misi, namun karena kouta berbatas, maka ada sebagian pendaftar tidak dapat beasiswa tersebut. pastinya pimpinan akan mengalihkan beasiswa bidik misi ini kepada mahasiswa baru yang benar-benar membutuhkan. Silahkan tunggu tanggal 28 juli 2016 setelah kami konsultasikan kepada pimpinan, pada tanggal tersebut saudara bisa langsung membayarkan uang kuliahnya di kantor BNI dimana saja.

Ini suatu kisah yang sangat inspiratif, semoga dapat menjadi pelajaran bagi semua, karena sangat jarang kita temukan dalam kehidupan ini ada orang mampu pada saat mendapatkan bantuan atau sejenisnya menolak bantuan tersebut, dengan mengatakan maaf saya tidak layak menerima bantuan tersebut karena saya mampu, masih ada orang lain yang layak menerima bantuan tersebut.

Seandainya banyak saudara-saudara kita yang  punya pikiran seperti kisah di atas dan jujur mengisi pengahasilannya terkait UKT, tentunya tidak ada orang tua dan calon mahasiswa baru yang mempertanyakan dan memohon penurunan UKT yang telah ditetapkan berdasarkan kemampuan ekonomi dengan 8 kategori mulai dari yang sangat tidak mampu sampai yang dianggap sangat mampu. (Humas Unimed).

One comment

  1. assalamualaikum wr.wb

    Mohon maaf yang sebesarnya kepada civitas akademika unimed…
    Saya mega dari kutacane-aceh tenggara. saya punya adik yang bernama wiwik ranasyah, dia lulus di FIS SEJARAH melalui SNPTN tahun ini yang dilaksanakan disekolahnya. Jujur saya fikir dia lulus bidikmisi mengingat kami yatim piatu dan hidup kami juga jauh dari kata mewah. Sekarang saya sangat berfikir dua kali untuk melanjutkan kuliahnya karna untuk makan sehari-haripun kami masih susah dan dia kuliahpun saya yang membiayai….
    Saya mohon kepada pihak kampus unimed untuk biasa meringankan beban kami agar adik saya tetap biasa kuliah karna saya tidak mampu untuk menguliahkannya,,kalau masih bisa masukkan lah adek saya pada program bidik misi.
    nama:wiwik ranasyah
    FIS SEJARAH, no.SNPTN :4160180136