PENGUMUMAN
Medali Emas IYIA

Mahasiswa Biologi UNIMED Raih Medali Emas Di Ajang IYIA 2017

JAKARTAMahasiswa Biologi FMIPA Unimed berhasil mengukir prestasi tingkat internasional dalam kategori inovasi produk hasil penelitian. Mereka itu adalah : Dicky Mahaputra Tarigan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Bilingual angkatan 2014 FMIPA Unimed bersama dua mahasiswa Unimed satu jurusan yakni, Rahel Natalia Saragih (Prodi Pendidikan Biologi Bilingual angkatan 2015) dan Nurlaini Nasution (Prodi Pendidikan Biologi Bilingual angkatan 2015), berhasil menorehkan prestasi di Kompetisi tingkat Internasional dengan meraih Medali Emas. Kompetisi 4rd International Young Inventor Award (IYIA) di gelar di kampus Universitas Mercu Buana Jakarta pada 22-24 September 2017. International Young Inventor Award (IYIA) merupakan acara lomba tahunan yang diadakan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) yang bekerjasama dengan IFIA, WIIPA dan beberapa partner Internasional Office lainnya. Acara ini diikuti oleh ratusan inventor dari beberapa negara, di antaranya Sri Langka, Malaysia, Thailand, Mesir, Maccau, Philipina, Vietnam, Jordania, India, Taiwan dan Indonesia. Konpetisi tingkat internasional ini setiap tahunnya mengundang peneliti-peneliti muda yang inovatif karena satu penilaiannya adalah inovasi produk, komersialisasi dan pemasaran, serta performance and practically.

Dicky Mahaputra menceritakan bahwa lomba ini berkonsep pameran dimana setiap invensi mendapat meja dengan sistem penjurian adalah presentasi dan tanya jawab dalam bahasa inggris.  “Juri dari berbagai negara, berputar mengunjungi tiap meja dan melakukan tanya jawab dengan inventor,” cerita Dicky. “Perangkat yang harus disediakan dalam ajang ini antara lain poster, brosur dan produk invensi.” Deskripsi karya, keunggulan produk, implementasi dan perihal paten menjadi pertanyaan wajib juri.

Tim mahasiswa Biologi Unimed membawa produk dengan judul ; Nelly Cup: Nephelium Jelly Cup. Nelly Cup itu adalah agar-agar herbal berbahan dasar kulit rambutan yang bisa mencegah radikal bebas dan sel kanker. beber Dicky “Kami telah menguji coba keefektifan inovasi kami ini dengan beberapa kali uji coba. Berdasarkan data yang kami peroleh, asam galia bertindak sebagai antioksidan dan membantu melindungi sil kita dari kerusakan oksidatif. Asam beli menunjukkan sifat sitotoksisitas sel kanker, tanpa merusak sel sehat. Asam gelic juga digunakan untuk mengobati albuminura dan diabetes. Selain itu limbah dari hasil produk nelly cup dapat digunakan sebagai pupuk organik sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru dari pembuatan agar-agar jherbal berbahan dasar limbah kulit rambutan ini”. Kategori ini menurutnya merupakan tantangan yang sangat berat karena lawannya adalah invensi canggih dan luar biasa yang sudah berbasis riset lanjutan bahkan beberapa di antaranya ada yang telah memiliki hak paten. Selama pengerjaan kami tim juga mendapati beberapa kendala seperti manajemen waktu, uji coba dan persiapan.

Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, pada saat mendapatkan kabar bahwa mahasiswa Jurusan Biologi Unimed mendapatkan medali emas dikompetisi tingkat internasional, beliau mengungkapkan rasa syukur dan mengucapkan selamat dan sukses untuk mahasiswa Biologi atas perolehan Medali Emasnya, mudah-mudahan prestasi membanggakan ini dapat menjadi motivasi bagi tim dan seluruh mahasiswa Unimed untuk terus berprestasi. Kami pimpinan terus mendorong seluruh civitas dari dosen, mahasiswa dan pegawai untuk selalu berusaha menambah kompetensi diri dan terus berinovasi untuk mengikuti berbagai kompetisi sesuai bidangnya. Kami akan dukung secara maksimal dengan tujuan positif yakni menambah terus prestasi wagra civitas Unimed. Jika prestasi diberbagai tingkat, terutama tingkat nasional dan internasional dapat kita raih, tentunya sangat berkolerasi dengan kualitas mutu lulusan kita, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat dan stakeholders terkait makin tinggi. (Humas Unimed).