PENGUMUMAN
Dicky

Mahasiswa FMIPA UNIMED Raih 2 Medali Emas & 3 Special Award Di Taiwan

MEDAN –  Salah seorang mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Medan (Unimed), berhasil mengharumkan kembali nama Unimed dan Indonesia pada kancah internasional. Setelah berhasil membawa 2 Medali Emas dan 3Special Award by Thailand dan Korea, serta dinobatkan sebagai international best invention award by WIIPA. Prestasi membanggakan yang luar biasa ini diraih oleh mahasiswa Prodi Bilingual FMIPA Unimed sdr Dicky Mahaputra Tarigan ini pada ajang Event Kaohsiung International Invention and Design Expo 2017 yang digelar pada 8-10 Desember 2017 di Kaosiung City Taiwan.

Prestasi membanggakan tersebut, Dicky capai setelah memaparkan produk temuan terbarunya yakni AVOTEAMAN (avocoda tea many nenefits) dan CHAS (corncob hand sanitizer). Temuan tersebut merupakan hasil temuan penelitian Dicky Mahaputra Tarigan, setelah melalui proses uji coba yang dilakukan secara terencana.

Dicky berujar, eventKIDE internasional ini merupakan pameran pertama yang menggabungkan “Invention“, “Design” dan “International Conference“.Acara ini diikuti oleh berbagai jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah, perguruan tinggi/universitas bahkan para professor dari berbagai institusi dunia. Peserta event KIDE tahun ini meningkat sangat drastis dan diikuti oleh lebih dari 500 invention yang berasal dari 20 negara yaitu, Kanada, China, Kroasia, Mesir, Ghana, Hong Kong, Indonesia, Iran, Korea, Macao, Malaysia, Filipina, Polandia, Saudi Arabia, Singapore, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Turkey dan Vietnam.

Prestasi luar biasa ini, menambah daftar prestasi mahasiswa Unimed di tingkat internasional. Sebelumnya sudah banyak prestasi yang berhasil diraih oleh mahasiswa Unimed di tingkat nasional dan internasional. “Kabar harum ini sangat membahagiakan kita pimpinan dan civitas Unimed. Serta sebagai bukti kreativitas dan inovasi temuan mahasiswa Unimed berhasil menyisihkan peserta dari perguruan tinggi terbaik dunia yang mengikuti ajang KIDE tersebut. Prestasi ini juga saya harap dapat memacu dan menjadi pendorong para dosen dan mahasiswa untuk terus berinovasi dalam berbagai temuan ilmiah, supaya dapat terus menukir prestasi di berbagai kompetisi yang ada. Prestasi mahasiswa Unimed ini juga memperkuat bukti ilmuwan muda Indonesia sangat potensial,” ujar Rektor Unimed Prof. Syawal Gultom di kantornya, Senin (11/12).

Lebih menariknya lagi, tegas Prof. Syawal Gultom, kompetisi ini berlangsung sangat ketat, karena diikuti lebih dari 20 negara. Tidak sedikit merupakan negara-negara besar dan memiliki latar belakang teknologi yang bagus. Dari semua temuan produk peserta tersebut hanya temuan mahasiswa Unimed mendapatkan 2 Medali Emas dan 3 penghargaan Special Award dariThailand, Korea dan World Inventin and Innovation Promotion Association (WIPA).

Dekan FMIPA Dr. Martina Restuati, M.Si, juga merasa bangga dan bahagia karena salah seorang mahasiswa Prodi Bilingual telah berhasil membawa harum nama Unimed dan Indonesia di ajang kompetisi tingkat Internasional di Taiwan. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras dan kerja cerdas mahasiswa. Semoga prestasi ini akan mendorong kami untuk terus berinovasi dan berkarya untuk kejar prestasi di ajang lainnya. Serta mendorong mahasiswa Unimed lainnya untuk terus berkarya, karena mahasiswa Unimed tidak kalah cerdas dan kreatifnya dari kampus-kampus terbaik dunia. (humas Unimed).