PENGUMUMAN
Kabupaten Batubara

MoU Dengan UNIMED, Batubara Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan

Batubara – Pemerintah Kabupaten Batubara resmi gandeng Unimed dalam meningkatkan kualitas SDM dan mutu pendidikan. Panandatanganan MoU secara resmi telah dilaksanakan oleh kedua belah pihak yang langsung dihadiri oleh Bupati Kab. Batubara, disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Batubara, Ketua PGRI Kab. Batubara, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kec. Air Putih, pengurus PGRI, dan ratusan guru dan kepala sekolah dari berbagai tingkat sekolah se- Kab. Batubara.

Penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Batubara dengan Unimed dilaksanakan pada Kamis, 24 November 2016 di Aula Sekolah SMKN 1 Kec. Air Putih. Ditandatangani secara resmi oleh Bupati Kabupaten Batubara H. OK Arya Zulkarnaen, SH, MM. dan Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, didampingi WR II Dr. Restu, M.S. dan WR IV Prof. Manihar Situmorang, M.Sc., Ph.D. beserta staf WR IV.

Acara penandatanganan MoU ini merupakan serangkaian agenda PGRI Kab. Batubara dalam memperingati hari guru dan ulangtahun PGRI yang ke 71 tahun. Selain MoU, digelar juga Seminar Pendidikan dengan mengangkat tema “Membangkitkan kesadaran kolektif guru dalam meningkatkan mutu pendidikan”.

MoU dengan Batubara

Ketua Panitia, Drs. Suharto, M.Si. menjelaskan acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari guru dan ulang tahun PGRI yang ke 71 tahun, dengan tujuan meningkatkan silaturahmi para dewan guru dan meningkatkan wawasan guru dalam proses belajar mengajar.Menghadirkan 210 orang guru dan kepala sekolah untuk mengikuti seminar pendidikan dengan pemateri Rektor Unimed, Prof. Dr. Syawal gultom, M.Pd. dan ketua PGRI Kab. Batubara Drs. Darwis, M.Si.

Acara seminar tersebut dibuka dengan kata sambutan dan pemukulan gong oleh Bupati Kab. Batubara H. OK Arya Zulkarnaen, S.H, M.M.. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih kepadaguru-guru yang telah membanggakan Kab. Batubara menjadi nomor satu bidang pendidikan di Sumut, untuk di Indonesia kita diperingkat ke-empat. Namun tanpa guru, kita tidak akan menjadi apa-apa dan bukan apa-apa. Oleh karena itu, jasa guru patutlah kita hargai dan apresiasi. Saya bangga melihat para guru di Batubara kompak- kompak dan bersemangat dalam memperjuangkan pendidikan. Kita akan terus berkomitmen untuk memajukan pendidikan di Batubara. Mudah-mudahan dengan bekerjasama dengan Unimed, guru-guru di Batubara dapat menjadi lebih baik lagi kualitas mutu SDMnya. Nantinya kita akan lakukan pelatihan dan bimbingan kepada guru-guru sehingga kita bisa semakin bersaing ditingkat nasional.

seminar pendidikan batubara

Dalam paparan seminarnya, Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. mengatakan tidak ada kemajuan suatu negara melebihi kemajuan pendidikannya, begitu juga kemajuan suatu daerah ditentukan dengan kemajuan mutu dan kualitas pendidikannya. PGRI yang sudah menginjakkan usianya ke 71 tahun, usia yang cukup senior untuk menciptakan generasi-generasi unggul. Di tangan guru, generasi Indonesia akan lahir dan bertumbuh. Namun ketika kita lihat fenomena yang terjadi saat ini, semakin tinggi prestasi dan nilai belajarnya semakin menurun prilaku dan sopan santunnya. Ini merupakan tantangan bagi para guru, apa yang salah dengan pendidikan Indonesia saat ini? Kita harus mengubah cara mengajar guru yang berfokus pada pengetahuan dan keterampilan saja, namun yang seharusna perhatikan dan difokuskan adalah sikap dan perilakunya.

Berapa banyak orang pintar di Indonesia ini, namun hanya sedikit orang baik dan jujur saat ini. Jika pengetahuan dan keterampilan tidak didasari dengan sikap yang baik maka akan menciptakan seorang monster yang berbahaya bagi negeri ini. Untuk itu, saya menghimbau agar para guru dapat mengubah cara mengajar dengan memperhatikan perkembangan sikap dan perilaku anak, dengan cara mempersiapkan rencana pengajaran bukan hanya pembelajaran saja, pembiasaan dan praktek serta diskusi kelompok karena sekolah mengajarkan siswa untuk bekerjasama bukan individual, dan jadilah guru yang menginspirasi. Sehingga revolusi mental terwujud sesuai dengan yang diharapkan pemerintah, ujar Prof. Syawal.

Tugas guru adalah bagaimana menciptakan peluang dan mengembangkan potensi dan bakat siswa, ciptakan suasana belajar mengajar yang nyaman sehingga siswa berterima dalam mengikuti pengajaran dengan baik. Memang tidak mudah merubah dan membentuk karakter siswa, membutuhkan waktu yang lama. Namun kalau tidak dilakukan mulai dari sekarang, generasi kita kedepan akan rusak prilaku dan mentalnya. Ibarat menuangkan air di gelas terbalik/tertutup mustahil air itu masuk dan gelas terisi penuh, namun jika air dituangkan ke gelas yang terbuka maka walaupun sedikit air yang dituang maka akan terus berisi didalam gelas. Sama halnya dengan ilmu pengetahuan, buatlah siswa merasa nyaman dan membutuhkan, maka ilmu yang disampaikan akan mudah diserap dan dilakukan.Semoga dengan Ulang Tahun PGRI yang ke 71 tahun ini, akan ada evaluasi pendidikan dan pembaharuan dalam peningkatan mutu SDM pendidikan, sehingga melahirkan inovasi-inovasi baru yang mencerdaskan generasi bangsa, lanjutnya.