PENGUMUMAN
Nuri Yunita Hasan Nasution

Nuri Yunita Hasan Nasution – Si Bungsu yang Bersemangat dan Berwawasan Luas

“Ketika saya mau, maka saya akan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh”

Merupakan motto dari seorang dara muda kelahiran Padang Sidempuan, 15 Juni 1993. Seorang yang bersemangat, cerdas, menarik dan pintar. Dialah Nuri Yunita Hasan Nasution, memasuki lingkungan kampus hijau Universitas Negeri Medan pada tahun 2011 di Fakultas Ilmu Sosial, Pendidikan Sejarah. Seorang gadis muda yang penuh semangat, dan optimis, memilki tinggi badan yang semampai, rambut lurus hitam serta panjang tergerai serta kulit yang putih ini memiliki pelbagai prestasi dari beberapa ajang kompetisi dengan talenta yang ia miliki.

Kecil-kecil Cabe Rawit & Berprestasi

Dara pasangan Drs. Chandra Hasan Nasution dan Nurimas Hutasuhut ini adalah anak bungsu dari 4 bersaudara. Memulai pendidikan di TK Aisyiyah Padang Sidempuan, tahun 1998, SD Negeri 6 Padang Sidempuan, tahun 1999, tahun 2005 di SMP Darul Ilmi, SMA Negeri 2 Padang Sidempuan tahun 2008 dan menjadi mahasiswi Unimed Jurusan Pendidikan Sejarah pada tahun 2011. Dara muda yang akrab di panggil Yuri ini memiliki hobi yang unik, yaitu mengikuti berbagai lomba yang ada. Ia memiliki bakat yang sudah terlihat sejak kecil, kepercayaan diri yang tinggi membuat gadis ini berani untuk tampil dalam berbagai lomba dan berkspresi mempertunjukkan kebolehannya. Hal tersebut dibuktikan sampai ia duduk di bangku kuliah. Pada tahun 2011 ia berhasil keluar menjadi juara dalam Pemilihan Duta Bahasa yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Medan. Meski bukan dari jurusan Bahasa Indonesia, akan tetapi ia tetap optimis bahwa ia akan bisa melakukannya. Benar saja, bahwa Yuri total ketika mengikuti perlombaan tersebut, hingga akhirnya membawa ia menjadi Duta Bahasa di tahun 2011 dengan mengalahkan lebih kurang 60 peserta yang ikut bertanding melawannya.

Lalu, pada tahun 2012 Yuri terpilih menjadi Duta Museum. Berhasil melewati proses wawancara dan seleksi serta mengalahkan 12 orang peserta lainnya, kini Yuri mengemban tugas untuk mempromosikan museum-museum yang ada dan mmenjadi asset di Kota Medan ke wisatawan lokal maupun mancanegara. Kecintaannya terhadap budaya Indonesia memberikannya motivasi untuk dapat melestarikan budaya dan bahasa Indonesia dan bukan menjadi hal yang sulit baginya untuk melakukan hal tersebut, melihat latar belakangnya sebagai mahasiswi Jurusan Pendidikan Sejarah Unimed, memberikan gadis muda ini banyak bantuan dalam hal wawasannya terkait sejarah yang ada. Tidak hanya memiliki pengetahuan yang apik di bidang sejarah, gadis tinggi dan putih ini begitu fasih dalam berbahasa Inggris. Ini merupakan kemampuan yang baik, sehinga akan lebih mudah baginya untuk mempromosikan sejarah dan kebudayaan yang ada di kota Medan, Sumatera Utara ke taraf Mancanegara Internasional.

Catwalk dan Laptop

Di undang sebagai model adalah hal wajar, karena gadis bungsu ini mempunyai penampilan yang memang mempuni untuk menjadikannya seorang model. Tinggi, putih, rambut hitam panjang merupakan modal baik untuknya. Akan tetapi dunia tersebut bukan menjadi acuan untuknya mengasilkan uang, Yuri lebih suka dalam dunia tulis-menulis. Ia sangat menyukai menulis, terlebih kepada hal-hal yang berbau sosial, baik itu esai atau pun artikel. Intinya adalah bertemakan sosial, dan harapannya adalah menjadi juara di tingkat nasional. Gadis kelahiran Padang Sidempuan ini juga mempunyai hobi travelling. Ia bergabung di sebuah komunitas para backpakers dari seluruh dunia berkumpul, di mereka sering mengudara melalui jejering sosial. Dari sinilah ia kembali memperlihatkan taringnya, sembari mengasah kemampuan berbahasa inggris yang ia miliki dengan ikut menjadi tour guide, ia memperkelkan kota Medan kepada para backpackers yang datang berkunjung ke Kota Medan. Satu yang menjadi impiannya adalah ingin pergi berkunjung ke Tibet. “Aku pengen banget ke Tibet, dan aku yakin pasti suatu saat aku bisa kesana,” tuturnya dengan yakin. Gadis yang memiliki kepercayaan diri ini tidak pernah terlalu memikirkan apa yang akan dia kejar untuk ke depannya. Ia membiarkan semuanya mengalir untuk mendapatkan kejutan-kejutan yang tidak pernah dibayangkannya.

Cinta yang Diwujudkan

Menjadi bakal guru kelak, memberikan ia impian-impian untuk nantinya ia dapat laksanakan dan akhirnya ia petik jua nanti. Harapannya adalah agar kelak dirinya sendiri mampu menjadi seseorang berarti dan berguna bagi orang banyak, terutama kepada kedua orangtuanya terkhusus untuk Ibunya. Begitu besar nawaitunya untuk membanggakan kedua orangtuanya. Harapan mulia lainnya adalah menjadi seorang dosen Sejarah, karena begitu mencintai dan menyukai Sejarah., dan itu telah tertanam di hatinya untuk nantinya menjadi cinta yang di sebarkan kepada seluruh dunia.