PENGUMUMAN
Syawal Gultom

Perkuat Mutu, Unimed Wajibkan “6 Tugas” Dan Perberat Sanksi Plagiat

Medan (Unimed) – Untuk memperkuat mutu lulusan, Unimed mengembangkan model pembelajaran yang mendorong kemandirian mahasiswa dalam belajar. Model ini sekaligus sebagai perangkat kurikulum KKNI yang berlaku di Unimed sejak T.A 2016/2017. Model pembelajaran tersebut mewajibkan setiap mahasiswa menyelesaikan 6 tugas per-matakuliah untuk setiap semester. Keenam tugas tersebut yakni; tugas rutin, critical book report, critical journal/research report, rekayasa ide, mini research, dan project. Hal itu diungkapkan Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd pada saat rapat senat universitas, Kamis (15/9), di Ruang Sidang A, Biro Rektor Unimed,

Prof Syawal menjelaskan, tugas rutin tersebut dilakukan pada setiap pertemuan. Sedangkan critical book report yaitu mengkaji buku berdasarkan konsep atau teori yang dipelajari dalam suatu matakuliah untuk menentukan critical position yang melakukan kajian. Prosesnya, dosen akan menetapkan buku utama dan buku pendukung, kemudian mahasiswa wajib berkelompok dalam proses pemahaman tetapi melaporkan hasil secara mandiri.

Dijelaskannya, yang dimaksud dengan critical journal report  disini ialah  mereview semua komponen suatu laporan riset atau journal secara kritis dengan tujuan utama menemukan keunggulan dan kelemahan dari suatu riset atau journal serta menampilkan saran yang relevan untuk mempertahankan kekuatan dan mengatasi kelemahan riset atau jurnal tersebut. Pada tahap ini dosen akan menetapkan artikel dalam jurnal atau laporan hasil penelitian untuk direview. Jika mahasiswa memilih sendiri maka harus memperoleh persetujuan dosen. Mahasiswa dapat menggunakan artikel lain  untuk melengkapi argumentasi. Kemudian mahasiswa wajib berkelompok saat proses pemahaman, tetapi melaporkan hasil harus secara mandiri.

Rapat Senat KKNI

Selanjutnya kata Prof Syawal ialah rekayasa ide. “Pada tugas ini, dosen bersama mahasiswa mendiskusikan dan menetapkan cakupan ide-ide yang dapat direkayasa. Mahasiswa wajib membentuk kelompok berdasarkan kesamaan atau kemiripan ide yang akan direkayasa tetapi melaporkan hasil secara sendiri. Ide tersebut berupa turunan ide atau konsep baru dari ide yang sudah ada dan ide baru itu diprediksi berlaku dalam konteks sosial”, katanya.

Mini research dikerjakan dengan cara mahasiswa dan dosen mendiskusikan dan menetapkan topik riset yang relevan. Apabila mahasiswa memilih topik sendiri harus mendapat persetujuan dari dosen. Selanjutnya mahasiswa wajib bekerja berkelompok dalam rangka menyusun rancangan mini research tetapi melaporkan hasil secara mandiri. “Mini riset tersebut minimal harus mencakup pertanyaan hipotesis, teori, instrumen, pengumpulan data, analisis data, dan simpulan” kata Prof Syawal dengan mantap.

Yang terakhir yakni, mahasiswa Unimed harus mampu membuat project yang menghasilkan model, atauproduk yang memilikinilaietika, estetika, sosial, budaya, danekonomi. “Tugas ini menuntut mahasiswa untuk mampu menerapkan transfer pengetahuan demi pemecahan masalah kemudian mengomunikasikan hasilnya”, ujarnya.

Dalam melakukan tugas-tugas tersebut, mahasiswa dilarang melakukan plagiat. Unimed akan memberikan sanksi yang  berat bagi tindakan plagiat. Tujuannya adalah agar mahasiswa semakin berkualitas.

“Apabila terbukti bahwa yang penyelesaian tugas dilakukan oleh pihak lain maka tugas dibatalkan dan nilai mahasiswa yang bersangkutan berstatus mengulang pada matakuliah dimaksud. Jika dilakukan oleh mahasiswa Unimed maka kepada kedua pihak dikenakan sanksi yang sama. Dan jika jika mahasiswa melakukan plagiat baik sebahagian maupun semuanya maka tugas dibatalkan dan nilai mahasiswa yang bersangkutan berstatus mengulang pada matakuliah tersebut ditambah dengan skorsing selama 1 (satu) semester”, pungkas Prof Syawal.