PENGUMUMAN
Yudisium Pasca

PPs UNIMED Yudisium 245 Magister dan Doktor

MEDAN (Unimed) – Program Pascasarjana (PPs) melantik 245 Magister dan Doktor dalam upacara yudisium yang dilangsungkan di Gedung Auditorium Unimed, Senin (8/5). Lulusan tersebut terdiri dari a) 37 orang lulusan Magister Linguistik Terapan Bahasa Inggris, b) 20 orang lulusan Magister Teknologi Pendidikan, c) 11 orang lulusan Magister Administrasi Pendidikan, d) 19 orang lulusan Magister Pendidikan Kimia, e) 2 orang lulsan Magister Antropologi Sosial, d) 14 orang lulusan Magister Ilmu Ekonomi, e) 64 orang lulusan Magister Pedidikan Matematika, f) 19 orang lulusan Magister Pendidikan Dasar, g) 10 orang lulusan Magister Pendidikan Biologi, h) 16 orang lulusan Magister Pendidikan Fisika, i) 25 orang lulusan Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, j) 1 orang lulusan Magister Pendidikan Olahraga, dan k) 7 orang lulusan Doktor Manajemen Pendidikan.

Mahasiswa yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi dalam yudisium kali ini ialah Ewi Mellysa Br. Barus dari Prodi Magister Pendidikan Biologi dengan IPK 3,93. Menyusul, Atika Ramadani dari Prodi Magister Pendidikan Kimia dengan IPK 3,92 dan Sari Cipta Dewi dari Prodi Magister Pendidikan Matematika dengan IPK 3,91

Wakil Direktur 1 PPs, Prof. Dr. Sahyar, M.S menjelaskan, mahasiswa yang meraih IPK tertinggi didasarkan pada nilai Indeks Prestasi Kumulatif dan lama studi yaitu maksimal lima semester.

“Lulusan ini diharapkan mampu mengabdikan ilmunya ditengah-tengah masarakat”, ujar Direktur PPs Prof. Dr. Bornok Sinaga, M.Pd dalam pidatonya dihadapan seluruh lulusan dan undangan.

Menurut Prof Bornok, saat ini kita dihadapkan pada tantangan memudarnya nilai-nilai kearifan dalam masyarakat. “Oleh karena itu, lulusan ini pun harus mampu menjaga etika moral di dalam lingkungan sosialnya. Karena yang menjadi permasalahan krusial sekarang ini ialah memudarnya nilai-nilai moral dari tatanan sosial kita. Karena itu adalah tugas kita calon-calon pendidik, calon-calon dosen. Dan  pembelajaran sikap itu harus dicontohkan. Bukan dijelaskan”, katanya.

Lebih jauh Prof. Bornok mengungkapkan, produk-produk ilmu pengetahuan kita belum tampak. “Hasil riset di Indonesia masih banyak yang sebatas pengetahuan. Maka saya dorong para lulusan agar temuan-temuan pengetahuan itu dapat menjadi produk pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat”, pungkasnya.(Humas Unimed)