PENGUMUMAN
Jan Van Der Putten 2014

Profesor Universitas Hamburg Jerman Beri Kuliah Umum Studi Budaya dan Sastra

Universitas Negeri Medan (Unimed) menghadirkan Guru Besar Universitas Hamburg Prof. Dr. Jan Van Der Putten dalam kuliah umum yang bertajuk “Tersingkirnya Studi Budaya dan Karya Sastra Indonesia di Luar Negeri” bertempat di R. Sidang A Biro Rektor Unimed pada kamis, 10 September 2014.

Prof. Jan Van Der Putten mengatakan studi budaya dan karya sastra Indonesia semakin tersingkir, karena sudah kurang diminati. Fakta yang diungkap Putten itu tak pelak menghentakan benak ratusan peserta seminar yang dihadiri budayawan, sastrawan, dan mahasiswa Unimed dan mahasiswa beberapa PTN dan PTS di SUMUT. Oleh karena itu, menurut Putten Negara Indonesia perlu meningkatkan citranya di luar. Dengan pencitraan itu, diyakini minat pihak asing mengkaji budaya dan karya sastra asli Indonesia akan semakin bertambah, karena saya paham Indonesia itu kaya budaya dan bahasa. Bahkan bila perlu, sambungnya, Indonesia mesti memahami minat, bahasa dan budaya khalayak luar negeri. Salah satunya dengan mengembangkan studi luar negeri di Indoensia. Selain itu, katanya memberi saran, Negara Indonesia sejak sekarang sudah perlu menerjemahkan karya-karya sastranya ke dalam bahasa asing.

Kuliah umum yang terlaksana atas kerjasama lembaga percetakan Unimed Press, Prodi Sastra dan Kebudayaan Austronesia Universitas Hamburg Jerman dan Prodi Antropologi Sosial Pascasarjana Unimed ini turut dihadiri oleh Rektor Unimed Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si, Pembantu Rektor I Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd, Kepala Unimed Press sekaligus Sejarawan Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.S, dan Guru Besar Antropologi Unimed Prof. Dr. Usman Pelly.

Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si, dalam sambutannya mengajak mahasiswa Unimed untuk melanjutkan studi di luar negeri guna meningkatkan mutu manusia Indonesia yang siap berkompetisi di level internasional. Kita sebagai anak bangsa dan generasi muda penerus bangsa Indonesia harus meningkatkan lagi kepedulian kita terhadap budaya Indonesia dan bahasa dan sastra Indonesia, karena sesungguhnya itu merupakan kekayaan bangsa kita yang harus kita jaga danlestarikan.

Dr. Ichwan Azhari mendorong penulis-penulis Indonesia terkhusus para dosen Unimed untuk mau menulis buku-buku yang terkait dengan kajian budaya dan bahasa sastra Indonesia dan mau menerjemahkan literatur-literatur berbahasa asing kedalam bahasa Indonesia, serta berpartisipasi dalam pameran buku internasional di Frankfurt, Jerman 2015. Dengan mengikuti pameran ini, katanya, setidaknya karya penulis Indonesia bisa menjajal sastra dunia dan meningkatkan citra Indonesia di luar negeri.

Sementara itu Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd mengungkapkan bahwa adanya kehancuran berbagai budaya di berbagai belahan dunia menjadi cermin untuk menjaga budaya kita. Budaya itu seperti DNA, ketika dia hilang maka hilanglah jati diri kita, ungkap beliau. (Humas Unimed).