PENGUMUMAN

PSGPA – Pusat Studi Gender dan Perlindungan Anak

1. Sekilas Sejarah

Terbentuknya Pusat Studi Wanita (PSW) di Unimed (d/h IKIP Medan) sebagaimana   PSW-PSW di beberapa Perguruan Tinggi Negeri adalah berdasarkan Surat Kesepakatan Bersama Menteri Negara Urusan Peranan Wanita, Menteri Agama, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 1990 dengan  tujuan meningkatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam upaya peningkatan peran perempuan di daerah. Komitmen tersebut diperbaharui kembali dalam Naskah Kerja Sama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Agama tanggal 24 November 1998 tentang Pembinaan Pengembangan PSW/PSG.

Pada tahun 1989 tersebut, akademisi perempuan yang diprakarsai oleh Prof. Dr. Yurmaini Mainuddin, MA mengajukan proposal pembentukan PSW kepada Rektor IKIP Medan, maka pada tanggal 2 Mei 1990 diterbitkanlah Surat Keputusan Pendirian PSW No. 101/PT. 35. K. Rek/90.  PSW dipimpin oleh seorang Ketua, yang bertanggung jawab kepada Rektor, dalam hal ini Pembantu Rektor I. Dalam menjalankan tugasnya, ketua PSW dibantu oleh Wakil, Ketua, Sekretaris dan Bendahara serta dibantu oleh beberapa orang staf di bidang Penelitian, Penyuluhan dan Publikasi. Tugas-tugas kesekretariatan, ditempatkan seorang pegawai administrasi dengan nota-tugas dari Biro Administrasi Umum. PSW merupakan lembaga non-struktural dan semua pengelolanya adalah para staf pengajar yang ditugaskan oleh pimpinan (melalui SK Rektor).

Berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2000 tentang program Pembangunan Nasional dan hasil Rakornas Ketua PSW se Indonesia dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan Tahun 2003, bahwa tugas-tugas Pusat Studi tidak hanya membawahi bidang pemberdayaan perempuan  saja melainkan mengkaji masalah-masalah gender dan perlindungan anak, maka PSW Unimed mengusulkan untuk perubahan nama menjadi Pusat Studi Gender dan Perlindungan Anak (PSGPA), selanjutnya  Pimpinan Universitas Negeri Medan  menetapkan perubahan nama tersebut  dengan diterbitkannya SK Rektor Nomor 213/J.39.KEP/KP.02.18/2004 tanggal 29 Desember 2004.

Mengingat statusnya sebagai lembaga non-struktural dan asumsi bahwa tugas dan kegiatan PSGPA tidak berhubungan/berpengaruh pada proses belajar mengajar serta menjadi ujung tombak kegiatan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan, maka pihak pimpinan mengalokasikan dana dan fasilitas yang terbatas untuk operasionalnya. Selain itu, masalah pemberdayaan perempuan, isu-isu gender dan perlindungan anak bukanlah substansi yang menjadi prioritas bagi para staf pengajar, hal ini menyebabkan rasa tanggung jawab dan proses kerja belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Institusi PSGPA dianggap hanya sebagai pelengkap saja, sehingga PSGPA sendiri tidak dapat menjalankan tugasnya sebagaimana yang diharapkan.

Dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 141/0/2001 tentang Statuta Universitas Negeri Medan Pasal 30 ayat 5 dinyatakan bahwa PSGPA berada di bawah Lembaga Penelitian. Meskipun keberadaan PSGPA dibawah Lembaga Penelitian, hanya sebahagian kecil saja kegiatan hariannya dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian karena PSGPA merupakan lembaga non-struktural yang posisi dan perlakuannya berbeda dengan pusat-pusat penelitian/pengkajian lain secara struktural berada di bawah Lembaga Penelitian. Koordinasi yang ada dengan Lembaga/pusat penelitian lain hanya terbatas pada undangan kegiatan yang dilaksanakan masing-masing. Koordinasi pekerjaan atau kegiatan yang sesuai dengan bidang kajiannya masih berupa wacana. Selanjutnya, kerjasama dengan fakultas dan jurusan/prodi belum optimal, hal ini ditandai dengan jika ada kegiatan PSGPA yang meminta peserta dari fakultas/jurusan/prodi, maka belum tentu pesertanya di kirimkan sesuai dengan jumlahnya. Demikian juga jika ada pusat penelitian/lembaga penelitian/ lembaga lain yang memerlukan nara sumber dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, masih belum berkoordinasi dengan PSGPA. Hal ini menunjukkan bahwa (1) PSGPA belum dikenal keberadaannya di internal lembaga (2) PSGPA kurang terlibat dalam kegiatan-kegiatan universitas (3) Bidang kajian/penelitian PSGPA belum merupakan hal yang menarik bagi peneliti.

PSGPA bukanlah berfungsi sebagai pusat studi dan pengkajian saja tetapi menjalankan Tri Dharma yang lain yaitu pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat  dalam memahami isu kesetaraan dan keadilan gender dan perlindungan anak, melakukan aksi pensosialisasian kesetaraan dan keadilan gender serta perlindungan anak.

Hubungan dengan instansi pemerintah dan non-pemerintah sudah cukup baik, dan PSGPA merupakan tim inti tim gugus tugas di tingkat provinsi dan beberapa kabupaten/kota, PSGPA juga bagian dari jaringan CSO / NGO Perempuan di Provinsi Sumatera Utara.

* Keanggotaan dalam Forum-forum tingkat Provinsi Sumatera Utara

    • Forum Perempuan Sumatera Utara
    • Tim  PUG  Provinsi Sumatera Utara
    • Komite Aksi Provinsi Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak (Trafiking) Provinsi Sumatera Utara
    • Tim Percepatan Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak Provinsi Sumatera Utara
    • Jaringan Aktivis Perempuan Sumatera Utara
    • Jaringan Aktivis Anak Sumatera Utara

* Mitra kerja instansi pemerintah adalah:

  • Kementerian Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia
  • Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, Departemen Pendidikan Nasional
  • Jaringan PSW/PSG PTN dan PTS se-Indonesia
  • Biro Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak Setda Provinsi Sumatera Utara
  • Biro Bina Sosial Setda Provinsi Sumatera Utara
  • Biro Hukum Provinsi Sumatera Utara
  • Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara
  • Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara
  • Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sumatera Utara
  • Badan Latihan Pendididikan Luar Sekolah Provinsi Sumatera Utara
  • Kantor Pemberdayaan Perempuan Kota Medan
  • Badan Perencanaan Daerah Kota Medan
  • Kantor Pemberdayaan Perempuan Kota Binjai
  • Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Serdang Bedagai
  • Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Deli Serdang
  • Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Tebing Tinggi
  • Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang
  • Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Deli Serdang
  • Sekretariat Daerah Kota Tebing Tinggi

* Mitra kerja instansi Non-Pemerintah

    • CETRO
    • Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
    • Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Sumatera Utara
    • Perkumpulan Sada Ahmo (Pesada)
    • Hapsari – Perbaungan
    • Pusaka Indonesia
    • PKPA
    • PPAI
    • Institut Pembangunan Desa
    • AIPRD-Logica
    • BKOW-SU
    • ‘Aisyiyah Wilayah Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan dan Kabupaten Langkat dan Kabupaten Nias.
    • ILO Jakarta
    • Pakkar

Hubungan kemitraan PSGPA dengan berbagai instansi diatas umumnya dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan  dimana Staf PSGPA sebagai nara sumber, tim pengarah, peneliti dan peserta.

2. Visi, Misi, dan Tujuan

Visi

Menjadikan PSGPA UNIMED sebagai institusi terdepan dalam penelitian dan pengkajian masalah  pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berwawasan kesetaraan dan keadilan gender   di Sumatera Utara.

Misi

  1. Melaksanakan penelitian dan pengkajian dalam bidang pemberdayaan perempuan  dan perlindungan anak yang berperspektif gender berlandaskan kaidah keunggulan, keilmuan dan kaidah ilmiah.
  2. Melaksanakan program pemerintah  dalam memberdayakan perempuan dan perlindungan anak.
  3. Memberikan layanan terbaik kepada seluruh  masyarakat dan lembaga terkait lainnya  dalam bentuk pengkajian, kebijakan dan program aksi  mengantisipasi masalah pemberdayaan perempuan dan perlindungan terhadap anak
  4. Melakukan program aksi, sosialisasi dan advokasi untuk mencapai  Kesetaraan dan Keadilan gender serta perlindungan anak dalam berbagai aspek dan bidang pembangunan.
  5. Menciptakan citra PSGPA UNIMED sebagai pusat studi dan pengkajian dalam memahami isu kesetaraan dan keadilan gender serta perlindungan terhadap anak  Sumatera Utara.

Tujuan

  1. Menghasilkan penelitian dan kajian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang berperspektif gender sebagai dasar penentu kebijakan di Universitas`dan Pemerintahan.
  2. Aktif dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender serta pelindungan dan kesejahteraan anak melalui pengarusutamaan gender (PUG) dan pengarusutamaan anak (PUA) disegala sector dan tingkatan.
  3. Peningkatan wawasan, pengetahuan, keterampilan dosen UNIMED dan masyarakat dalam melakukan penelitian dan pengkajian tentang pemberdayaan perempuan.
  4. Mempublikasikan hasil-hasil penelitian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui seminar, jurnal, majalah, dan buku.
  5. Menghasilkan program kerja sama PSGPA UNIMED dengan berbagai instansi  dan lembaga ( pemerintah dan non pemerintah) dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.