PENGUMUMAN
Pusdibang KS

PUSDIBANG KS UNIMED Adakan Seminar Nasional “Masalah Kependudukan”

Medan – Pusat Studi Pengembangan Keluarga Kecil Sejahtera (PUSDIBANG KS) Universitas Negeri Medan mengadakan Seminar Nasional yang bertemakan “Waspadai Masalah Kependudukan Sebagai Masalah Pembangunan di Masa Datang”. Kegiatan yang berlangsung di Digital Library lantai 4 pada hari Selasa 13 Oktober 2015, hadir sebagai pemateri: Drs. Edi Wahyono, M.Si (Plt. Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Utara) dan Kombes. Pol. Drs. Bambang Setiawan (Penyuluh Narkoba BNN Sumatera Utara).

Kegiatan seminar nasional ini dihadiri oleh 150 mahasiswa dari UNIMED, UINSU, UMA, dan Universitas Amir Hamzah ditambah beberapa Dosen UNIMED, ibu-ibu PKK Kabupaten Deli Serdang, Remaja Masjid, dan organisasi lainnya. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor II, Dr. Restu, MS. Dalam sambutannya, beliau sangat mengapresiasi adanya kegiatan seminar nasional ini. Beliau mengatakan bahwa, Indonesia diberikan “bonus demografi”, diberikan penduduk yang besar dengan peringkat ke 4 di dunia. Dampak positif dari besarnya penduduk Indonesia adalah negara kita leluasa mempunyai banyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa di berdayakan, tetapi jumlah penduduk yang besarpun dapat memberikan dampak negatif yaitu menimbulkan masalah sosial, ekonomi, kesehatan, dsb.

Pertemuan ilmiah ini merupakan upaya menganalisis bagimana dampak masalah kependudukan terhadap pembangunan di masa datang. Kita sebagai civitas akademik memang harus aktif memberikan berbagai kajian kepada pemerintah seperti ini, mudah-mudahan ada gerakan dan upaya pemerintah terhadap hasil pemikiran dan temuan ilmiah dari kampus dalam menangani berbagai permasalahan masyarakat yang ada. Kami pimpinan Unimed sangat mendorong agar kita bisa lebih aktif melakukan berbagai kajian terhadap permasalahan kemasyarakatan. Sesungguhnya esensi kita ada di kampus, ya harus dapat memberikan sumbangsih positif terhadap permasalahan yang dialami masyarakat.

Hal senada diungkapkan oleh Plt. Kepala BKKBN Provinsi Sumut Drs. Edi Wahyono, M.Si, menuturkan bahwa penduduk Indonesia yang menempati urutan ke 4 di dunia mempunyai dampat positif maupun negatif. Dampak positifnya sama seperti yang diutarakan Wakil Rektor II UNIMED, tetapi dampak negatifnya yaitu banyaknya pengangguran terdidik. Dulu pengangguran tidak terdidik tetapi saat ini pengangguran terdidik. Oleh karena itu mahasiswa sebagai kaum terdidik perlu mempunyai skill keterampilan baik bahasa, dsbnya untuk dapat bersaing di era global. Selain itu juga beliau mengatakan bahwa salah satu cara pengendalian penduduk digalakkannya program KB (keluarga berencana).

Pemateri berikutnya yaitu Kombes. Pol. Drs. Bambang Setiawan (Penyuluh Narkoba BNN Sumut) beliau mengatakan, salah satu hal yang merusak generasi penerus bangsa adalah narkoba. Jumlah penduduk yang besar bisa dimanfaatkan oleh para bandar narkoba baik dari luar negeri maupun dalam negeri untuk pasar penjualan narkoba. Maka dari itu mahasiswa, ibu-ibu pkk, remaja, dsbnya perlu melawan peredaran narkoba. Beliau pun juga mengatakan 4,5 juta orang penduduk Indonesia (tahun 2014) terkena narkoba. Maka dari itu masyarakat perlu berpartisipasi dalam pemberantasan narkoba, ujarnya. (Humas Unimed).