PENGUMUMAN
A M Tambunan

PUSSIS UNIMED Ungkap Tabir Perjuangan A. M. Tambunan Bagi Bangsa

Medan – Tidak banyak orang yang mengetahui tentang sosok Dr. Mr. Albert Mangaratua Tambunan. Tokoh politik angkatan periode pergerakan ini nyaris tidak dikenal oleh generasi muda saat ini. Minimnya tulisan sejarah tentang A. M. Tambunan menjadi penyebab tidak dikenalnya tokoh itu untuk generasi muda Indonesia saat ini. Apalagi dalam buku sejarah di sekolah, sosok A. M. Tambunan tidak tercatat sama sekali. Padahal menurut Jacob Oetama, pendiri harian Kompas, A.M. Tambunan merupakan salah satu tokoh angkatan pergerakan yang perjuangannya untuk Indonesia setara dengan Dr. Roeslan Abdulgani, Soebadio Sastrosatomo, M. Moh. Roem, Ignatius Joeseph Kasiomo, Mr. Wilopo, dan K.H. Mohammad Dahlan.

Untuk mengungkap peran tokoh Sumatera Utara ini, Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial (PUSSIS) Unimed menggelar seminar sekaligus memperkenalkan A. M. Tambunan. Menghadirkan sejarawan Drs. Suprayitno, M.Hum., Ph.D dari USU, Dr. phil. Ichwan Azhari, M.S dan Dra. Flores Tanjung, M.A dari Unimed, seminar ini berlangsung menarik.

Dalam seminar yang dihelat di VIP Room Serbaguna Unimed, Selasa (17/11/2015) ini, terungkap bahwa A. M. Tambunan merupakan tokoh nasional yang diperhitungkan dalam pentas politik pada masa awal kemerdekaan sampai tahun 1970-an.

Menurut Suprayitno, sebagai pimpinan delegasi RIS, A. M. Tambunan merupakan tokoh penting pada periode itu. “Namun tokoh yang kita bincangkan hari ini ternyata kurang mendapat porsi yang adil dalam historiografi Indonesia modren”, katanya.

Hal tersebut menurutnya bukan sepenuhnya kesalahan negara. “Tetapi karena kealfaan kita pada sejarah, kealfaan kita mengingat masa lalu dan kealfaan kita untuk belajar dari masa lalu para pendiri bangsa demi untuk menata kehidupan bernegara”, tambahnya.

Sementara itu, Ichwan Azhari mengungkapkan jika pada bulan september 1968, A. M Tambunan pernah mewakili Indonesia dalam konferensi menteri-menteri sosial sedunia yang diselenggarakan di New York, Amerika Serikat.  Selain memiliki kiprah di kancah internasional, A. M. Tambunan juga memiliki peran penting dalam pemerintahan Indonesia pasca pengakuan kedaulatan. “Sedangkan pada masa orde baru, A. M. Tambunan menjabat sebagai menteri sosial selama tiga kali pergantian kabinet”, ujarnya.

Dari buku Biografi Dr. Mr. A. M. Tambunan yang ditulis oleh Ichwan Azhari dan Apriani Harahap tergambar jelas kisah A. M. Tambunan dan peranannnya bagi bangsa. Ia dilahirkan di Desa Janji, Tarutung pada 20 September 1919. Ia merupakan anak dari seorang pendeta. Pada tahun 1924 ia menempuh pendidikan dasar Christeleijke Hollands Bataks School (CHBS) di Tarutung. Menyelesaikan pendidikan di CHBS, ia melanjutkan ke MULO di Kota Padang. Di kota inilah A. M. Tambunan banyak belajar mengenai toleransi beragama dan pluralisme. Tamat dari MULO tahun 1927, Tambunan melanjutkan pendidikan e AMS-B di Batavia, kemudian ia menempuh pendidikan tinggi di kota yang sama sejak tahun 1931 dan memperoleh gelar Messter in de Rechten (Sarjana Hukum) tahun 1937.

Berprofesi sebagai hakim membuat A. M. Tambunan dikenali oleh berbagai golongan masyarakat. Karena dedikasinya dalam bidang hukum, ia memperoleh gelar Doktor Bidang Hukum (HC) Luar Negeri dari St. Olaf College Minneapolis Amerika. (Humas Unimed).