PENGUMUMAN
SNKG

Rektor & 17 Dosen Unimed Jadi Tim Penyusun Bahan SNKG Berjenjang Untuk Guru

Jakarta – Rektor Prof. Dr. Syawal Gultom beserta 17 Dosen Unimed jadi tim penyusun bahan Standar Nasional Kompetensi Guru (SNKG) berjenjang untuk guru kelas dan mata pelajaran SMP, SMA & SMK yang diselenggarakan pada tanggal 13-15 Oktober 2016 di Hotel Media Tower, Jakarta. Tim penyusun bahan SNKG ini berjumlah 270 ahli yang terdiri dari dosen, guru, dan widyaswara dari Medan, Yogyakarta, Bandung, Makasar, Surakarta, Surabaya, Jakarta dan Malang. PTN yang ditugaskan oleh Kemendikbud RI yakni UNIMED, UNY, UPI, UNM, UNNES, UNESA, UNJ dan UMM.

Tujuan kegiatan penyusunan bahan SNKG ini yakni ; 1) menjaga harkat dan martabat guru sebagai profesi yang membanggakan, 2) memenuhi tuntutan profesi guru dan relevansinya dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, 3) menentukan tingkatan kompetensi jenjang karir guru yang mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru, 4) menghasilkan Permendikbud yang dapat mengakomodasi tuntutan perkembangan profesi guru.

Rektor Unimed Prof. Syawal Gultom sebagai narasumber utama dgn materi strategi penyusunan bahan SNKG. Dosen Unimed yang diberi amanah sebagai tim penyusun yakni ; Wisman Hadi, Uyuni Widyastuti, Nota Ronita Dewi, Siti Rahmah, Mesra, Zulkifli, Zulherman, Surya Masniari Hutagalung, Fitriani Lubis, Saidun Hutasuhut, Martina Restuati. Juru Bahasa Sinuraya, Abi Sutiani, Cicik Suriani, Trisni Andayani, Zul Army, dan Muliawan Firdaus.

SNKG 2

Prof. Syawal Gultom dalam paparannya mengatakan, pertemuan ini merupakan satu langkah dan gagasan inovatif Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud RI dalam mendukung profesi guru yang bermartabat, menguatkan profesi guru dan menentukan tingkatan kompetensi jenjang karir guru.

Indonesia harus terus mendukung guru dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional yakni mencerdaskan rakyat Indonesia. Guru harus terus dilatih scra berjenjang dan periodik dalam meningkatkan kompetensi dan skill. Sehingga berdampak pd hasil pendidikan dikelas-kelas rill. Hingga saat ini pemerintah blm memiliki standar nasional kompetensi guru yang kongkrit untuk guru kelas SD, dan guru mata pelajaran SMP, SMA dan SMK. Hari ini pemerintah telah mengundang tim ahli yang terdiri dari dosen, guru dan widyaiswara pilihan dari seluruh Indonesia untuk menyusun bahan SNKG. Kita berharap pertemuan ini akan menghasilkan rekomendasi dan konsep baru bagi peningkatan kompetensi guru di Indonesia yang menjadi standar nasional.

Kemudian bisa menghasilkan permendikbud RI yang baru tentang tuntutan perkembangan profesi guru. Semoga guru-guru Indonesia dapat terus meningkatkan kompetensi diri, memiliki komitmen dan tanggungjawab yang full untuk menghantarkan siswa-siswa menjadi anak yang kreatif, aktif, inovatif dan berkarakter. (Humas Unimed)