PENGUMUMAN
APTIKESDA

Rektor Sambut Baik Kunjungan APTIKESDA

Medan (Unimed) – Rektor Unimed menyambut baik kunjungan Asosiasi Perguruan Tinggi Kesehatan Milik Daerah (APTIKESDA) di ruangannya pada 1 November 2016. Kunjungan tersebut dihadiri oleh perwakilan AKPER tiap daerah, seperti Akper Pemkab Dairi, Akper Pemkab Langkat,  Akper Pemko Tanjung Balai, Akper Pemkab Asahan, Akper Pemko Tebing Tinggi, Akper Pemkab Karo, Akper Nias, Akper Rantau Prapat, Akper Sibolga, Akper Pemkab Labuhan Batu, dan Akper Tapanuli Tengah.

APTIKESDA merupakan asosiasi perguruan tinggi kesehatan milik daerah yang menaungi STIKES dan AKPER yang dimiliki oleh pemerintah daerah di kabupaten/kota Sumatera Utara. Perguruan tinggi kesehatan swasta tersebut seluruh manajemennya di bawah pemerintah daerah. APTIKESDA lahir sebagai upaya penguatan mutu, manajemen dan kualitas perguruan tinggi kesehatan tersebut. Mengingat mulai berjamurnya STIKES dan AKPER milik yayasan yang kadangkala tidak dijaga kualitas mutu lulusannya.

Ketua APTIKESDA, Marni Siregar Sst, M.Kes. mengatakan kegiatan ini merupakan kunjungan lanjutan mengenai kerjasama dalam alih kelola perguruan tinggi kesehatan milik daerah, kami berharap dengan adanya kunjungan ini dapat menidaklanjuti kerjasama sebelumnya dengan Unimed. Kami sangat berharap Bapak Rektor Unimed Prof. Syawal Gultom, dapat membantu kami dalam meningkatkan mutu lulusan yang berdaya saing dan manajemen yang sehat. Kami sangat tahu SDM Unimed sangat kompeten dalam mewujudkan harapan kami tersebut. Semoga dalam waktu dekat akan lahir penandatanganan MoU antara kami dan Unimed, sehingga aksi lanjutan yang bermanfaat bagi APTIKESDA dapat kami rasakan. Kita berharap akan ada berbagai pelatihan-pelatihan dosen perguruan tinggi dibawah APTIKESDA, dan kegiatan kemahasiswaan yang produktif.

Dalam sambutannya, Prof. Syawal Gultom, mengatakan kami menyambut baik kunjungan ini, dan kami sangat terbuka terhadap asosiasi APTIKESDA dalam melakukan berbagai kegiatan bersama, baik pelatihan, penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama. Saya mendukung perguruan tinggi kesehatan dibawah APTIKESDA milik pemerintah daerah di SUMUT harus lebih baik dan bermutu dibandingkan milik yayasan. Yang dapat kita jual kemasyarakat harus mutu dan kualitas lulusan, bukan asal menghasilkan lulusan. Yang demikian itu tidak baik, karena akan berdampak bagi ketidak nyamanan masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan.

“Jika petugas kesehatan di rumah-rumah sakit milik pemerintah daerah dan miliki swasta isinya para petugas/suster tidak memiliki skill yang memadai, karakter yang santun dalam pelayanan. Bisa jadi akan berdampak tidak baik bagi masyarakat, atau lambat laun akan menghilangkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit tersebut. Mutu dan karakter lulusan itu sangat penting, lanjut Prof. Syawal. (Humas Unimed).