PENGUMUMAN
Antropologi Sosial

Seminar Antropologi Unimed: Menguak Perubahan Sosial di Kota Medan

Medan (Unimed) – Kota Medan bisa menjadi laboratorium yang menarik bagi studi Antropologi, karena masyarakatnya yang unik dengan berbagai etnik, agama, maupun kondisi sosial. Oleh sebab itu, mahasiswa khususnya dari Antropologi Unimed perlu didorong untuk memperkaya analisis permasalahan sosial tersebut. Hal inilah yang mendasari diselenggarakannya seminar Perubahan Sosial di Kota Medan Dalam Persfektif Antropologi yang dihelat di VIP Serbaguna Unimed, Rabu (8/2).

Wakil Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Syahyar, M.M., M.S, yang membuka acara berharap agar kegiatan yang dihadiri oleh mahasiswa Pendidikan Antropologi dan Pascasarjana Antropologi Sosial Unimed ini, memberikan pemecahan masalah bagi permasalahan sosial khususnya di Kota Medan.

“Seminar ini bertujuan untuk menularkan pemikiran-pemikiran khususnya perubahan sosial kepada mahasiswa, baik S1 maupun S2″ ujar Ketua panitia, Dr. Hidayat, M.Si.

Antropologi Sosial 3

Perubahan Sosial Kota Medan

Prof. Sjafrin Sairin, Ph.D yang menjadi salah satu narasumber menawarkan pendekatan untuk menganalisis perubahan sosial komunitas di Kota Medan. Salah satu diantaranya adalah teori liminalitas yang dikembangkan oleh Victor Turner.

Menurut Guru Besar UGM ini, liminalitas ditandai oleh mental yang ambigue, bewitch and between, tidak di sana dan tidak pula di sini, kehilangan orientasi nilai, mudah dipengaruhi oleh mereka yang punya power. Saat posisi seperti ini biasanya akan orang tersebut akan mudah dipengaruhi atau di perintah.

Sementara itu, Antropolog Unimed Prof. Usman Pelly, Ph.D menyarankan penguatan perguruan tinggi sebagai penyeimbang perubahan sosial. “Tuntutan kebutuhan yang berkembang itu harus disahuti oleh PT sebagai a great equalizer atau penyeimbang yang terbesar dalam masyarakat. Untuk keseimbangan itu, PT harus melahirkan alumni yang dapat menjawab tantangan baru dalam masyarakat yang sedang berkembang pesat ini”, ungkapnya.

Antropologi Sosial 2

Menyikapi perubahan sosial, Prof. Dr. Robert Sibarani, M.Hum, menilai masyarakat kota Medan perlu menguatkan karakter berbasis kearifan lokal. “Pendatang di Kota Medan harusnya memiliki etos kerja dan karakter beretika baik” katanya.

“Masyarakat kita harus dikenalkan lagi dengan kearifan lokal seperti marsirimpa”, ungkap Direktur Pascasarjana USU tersebut.

Sejarahwan Unimed, Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.S, menyarankan perubahan sosial dilihat secara historis. “Kota Medan yang pada awalnya di kawasan Kota Maksum bukan dihuni oleh etnik Melayu. Berdasarkan penelitian, sudah ada komunitas Karo, Jawa, Minang, Mandailing, Aceh, Cina, Tamil, Eropa berdiam di kawasan itu sebelum Melayu datang. Kemudian Melayu masuk dalam budaya Medan dan memperkayanya dalam perubahan itu. Penelitian tentang asal usul atau  proses terbentuknya  serta perubahan budaya Medan itu sendiri belum dilakukan”, ungkapnya. (Humas Unimed)