PENGUMUMAN
Evaluasi Berbasis Prodi

Sinergikan Kampus dengan DUDI, Unimed Tata Ulang Sistem Penilaian

MEDAN (Unimed) – Universitas Negeri Medan menata ulang sistem penilaian di perkuliahan untuk mensinergikan kampus dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), stakeholders serta masyarakat luas. Pasalnya, penilaian yang digunakan dalam perkuliahan untuk menakar standar kompetensi mahasiswa dinilai perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan DUDI.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd ketika membuka acara focus group discussion (FGD) “Rekonstruksi Penilaian sesuai KKNI” yang dihelat di Biro Rektor, Kamis (30/11).Di acara ini turut hadir Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Abdul Hamid K, M.Pd, Wakil Rektor III Prof. Dr. Sahat Siagian, M.Pd, jajaran Dekan dan Wakil Dekan, Ketua Prodi serta dosen di lingkungan Unimed.

Menurut Prof Syawal, penilaian harus berdasarkan produk. “Penilaian yang saya bicarakan ini bukanlah seperti penilaian yang biasa, reliabilitas tes. Tapi berbasis produk. Jadi nanti tidak ada mahasiswa Unimed yang tidak punya karya,” katanya.

Sistem penilaian juga harus mampu mengukur cara berfikir mahasiswa, dan memberikan implikasi terhadap skripsi, tesis, disertasi, PKM dan publikasi dosen atau mahasiswa. Pada akhirnya, sistem penilaian tersebut harus mampu mengukur standar kompetensi yang dibutuhkan masyarakat luas.

“Mata kuliah itu bukan nomenklatur kurikulum, tapi orientasi mata kuliah itu adalah masa depan mahasiswa. Dosen matakuliah itu harus tau setelah mahasiswa ini lulus mau jadi apa. Makannya, harus ada daftar pekerjaan yang bisa dilakukan lulusan,” ujar Prof Syawal.

“Jadi, bapak ibu dosen harus memikirkan, akan hal itu. Dengan mata kuliah yang diajarkan, kira-kira keterampilan seperti apa yang bapak ibu berikan untuk mendukung kompetensi lulusan tadi, berdasarkan pekerjaan yang bisa dia lakukan. ” tambahnya.

Pekerjaan masa depan juga akan mengalami transformasi. Oleh sebab itu, dosen harus mampu menyesuaikan kompetensi mahasiswa dengan perubahan tersebut. “Dosen harus menjelaskan tren pengetahuan saat ini seperti apa, penellitian seperti apa yang pernah dilakukannya mengenai topik tersebut, serta tren masa depan seperti apa. Bila kita lihat era sekarang, dunia industri dan bisnis sudah berbasis online, ya orientasi perkuliahan sebagian diarahkan kesana, karena kalau tidak ya lulusan Unimed akan sulit bersaing nantinya,’ pungkas Prof Syawal.

Salah seorang dosen peserta FGD ini, Dr. Wisman Hadi, berujar, kegiatan yang dilaksanakan kantor Wakil Rektor I ini sangat inspiratif dan menginspirasi para hadirin. “Paparan pak Rektor tadi luar biasa dan sangat tepat, karena jika perkuliahan suatu kampus tidak segera disesuaikan dengan DUDI dan perkembangan zaman, lulusan Unimed nantinya akan sulit bersaing dalam dunia kerja, hanya mengejar jadi PNS dan bekerja apa adanya. Tidak mampu bersaing pada pekerjaan yang lebih mensejahterakan dan mampu membuka usaha baru mandiri. Sebagai kampus unggul terakreditasi ‘A’, saya yakin Unimed pasti bisa menghantarkan semua lulusan ke DUDI dan mampu membuka usaha mandiri,” ujar Wisman. (Humas Unimed)