PENGUMUMAN
Dialog kebangsaan2

Syawal Gultom ; Negeri Akan Maju Jika Libatkan PT Dalam Membangun

Medan – Dalam acara Dialog Kebangsaan dan silaturahim ramadhan yang digelar oleh Harian Waspada pada kamis, 8 Juni 2017 di hotel Garuda Plaza Medan. Mengangkat tema “Membangun Negara dari Sumatera Utara Menggali pemikiran dari Kampus  dalam Perspektif SUMUT.” Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, selaku Rektor Unimed menjadi narasumber utama dalam acara dialog kebangsaan dan silaturahim ramadhan yang dihadiri oleh ratusan tokoh dan ilmuwan di Sumatera Utara, karena acara melibatkan pastisipasi aktif tokoh-tokoh dan ilmuwan dari perguruan tinggi negeri terbesar di Sumatera Utara, hadir juga beberapa dari perguruan tinggi swasta. Selain Prof. Syawal Gultom, Harian Waspada mengundang narasumber Rektor USU yang diwakilkan pada Dekan FISIP Dr. Muriyanto Amin dan Rektor UIN-SU yang diwakili Prof. Amroeni Drajat. Selain itu panitia juga mengundang tiga pembanding yakni Prof. Dr. Syahrin Harahap (UIN-SU), Dr. Shohibul Anshor (UMSU) dan Dr. Warjio (USU).

Dialog kebangsaan

Acara dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara Ir. H. T. Erry Nuradi, M.Si. Pimpinan Waspada juga ikut hadir yakni dr. Hj. Rayati Syafrin, Drs. Syofyan Harahap, beserta seluruh wartawan dan staf Harian Waspada. Ikut hadir juga sejumlah tokoh SUMUT,diantaranya Wali Kota Medan Drs. T. Zulmi Eldin, M.Si, dan ratusan pejabat Pemda, tokoh masyarakat, akademisi dari puluhan perguruan tinggi di Medan. Dari Unimed ikut hadir Wakil Rektor I Prof. Dr. Abdul Hamid K, Wakil Rektor II Dr. Restu, MS, dan puluhan akademisi. Acara Dialog Kebangsaan ini dirangkai juga dengan Buka Puasa Bersama sebagai upaya penguat kebersamaan tokoh dan akademisi untuk membangun Sumatera Utara maju dan sejahtera, sehingga bisa berkontributif dalam membangun bangsa ini menjadi maju.

Dialog kebangsaan3

Prof. Syawal dalam paparannya mengungkapkan, perkembangan kampus di Indonesia cenderung tertinggal bila dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Malaysia, hampir semua kampus di Malaysia benar-benar mendapatkan kepercayaan dari pemerintah maupun swasta dalam mengkaji berbagai persoalan yang dihadapi oleh daerah tersebut, baik dalam menyelesaikan masalah tersebut atau untuk mengembangkan apa yang diinginkan pemerintah atau meningkatkan produktivitas industri swasta. Ada perguruan tinggi yang dipercaya untuk membantu pemerintah dalam mengurusi lingkungan, industri dan berbagai persoalan lainnya dipercayakan ke kampus untuk sebagai bahan masukan dalam mengembangkan pembangunan di daerah tersebut. sementara di Indonesia, Prof. Syawal menilai pemanfaatan dan pelibatan perguruan tinggi sebagai tempatnya pusat kajian ilmu pengetahuan belum dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah daerah. Sehingga pada akhirnya banyak banyak hasil pemelitian disertasi S3 dari kampus hanya menjadi tumpukan buku yang tidak dimanfaatkan dan tidak memiliki manfaat apapun dalam kontribusinya membangun daerah, katanya.

Saya yakin jika seluruh permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta swasta di negeri ini aktif dan mau melibatkan perguruan tinggi dalam menyelesaikannya. Pasti akan berdampak positif dalam memajukan Indonesia untuk lebih berdaya saing, karena contoh konkritnya sudah ada yakni Malaysia. Kami perguruan tinggi masih menjadi lembaga yang objektif dalam menyelesaikan apapun masalah bangsa dan swasta, karena akan kami selesaikan dengan cara penelitian yang melibatkan ilmuwan yang kompeten sesuai ilmu kepakarannya. Selain itu hasil-hasil penelitian guru besar, dosen dan disertasi mahasiswa S3 yang ada dikampus bisa diambil oleh pemerintah dan swasta dalam menyelesaikan permasalahannya, karena banyak sekali dari hasil penelitian tersebut yang sesuai dengan permasalah bangsa dan kebutuhan dunia industri, demikian ujar Prof. Syawal. (Humas Unimed).