PENGUMUMAN
PSGPA Unimed

UNIMED Aktif Perkuat Kesetaraan Gender Dan Hak Anak

Medan – Kesetaraan gender dan hak anak masih menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan. Sudah lebih dari 20 tahun, isu perempuan, anak dan gender diwacanakan. Namun kasus-kasus kekerasan berlatarbelakang gender dan anak masih sering diberitakan di media massa.

Untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender di Indonesia dibutuhkan strategi. Pegiat gender merumuskan Pengarusutamaan Gender (PUG). Demikian pula dengan hak anak. Dirancang strategi khusus yang diberi nama Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA).

Mendorong tercapainya hak anak dan kesetaraan gender, dilaksanakan seminar nasional implementasi PUG dan PUHA di Digital Library, Rabu (4/11/2015). Acara ini mengundang aktivis perempuan dan anak beserta akademisi dari seluruh Indonesia.

Kepala Pusat Studi Gender dan Perlindungan Anak (PSGPA) Unimed, Ir. Meuthia Fadila, M.Eng.Sc berharap agar rekomendasi dan hasil pembicaraan dalam seminar ini menjadi bahan penting dalam pengambilan kebijakan pemerintah. Seminar ini juga diharapkan dapat lebih menumbuhkan kesadaran dan implementasi PUG dan PUHA dalam masyarakat.

Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd yang membuka acara ini mengatakan, pemenuhan hak-hak anak merupakan hal yang sangat penting diperjuangkan. Karena dengan terpenuhinya hak anak atas pendidikan, ruang, dan lingkungan yang tepat, merupakan modal dasar dalam menciptakan generasi emas bangsa ini kedepan.

Terkait gender, Prof Syawal menuturkan bahwa Unimed sudah menerapkan kesetaraan gender. Salah satu contohnya, tiga dari tujuh Dekan yang ada di Unimed adalah perempuan. Unimed memberikan ruang yang sama baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Dalam sambutannya, Prof Syawal juga mengatakan bahwa Unimed berpartisipasi aktif dalam isu perempuan dan isu anak melalui penyelenggaraan seminar dan lokakarya serta pelatihan-pelatihan baik di dalam maupun di luar kampus. “Sudah lebih 10 tahun, kami menyelenggarakan pelatihan Pengintegrasian Gender dalam pembelajaran bagi mahasiswa calon guru ketika menjelang PPL. Dan  sejak 2013 diselenggarakan sosialisasi hak anak termasuk pengenalan bagaimana tindakan preventif yang perlu dilakukan untuk memerangi kejahatan seksual”, pungkasnya. (Humas Unimed).