PENGUMUMAN
Jurnal Unimed

UNIMED Dorong 92 Jurnal Internal Terindeks & Terakreditasi

Medan (Unimed) – Sebanyak 92 jurnal yang ada di kampus Unimed didorong untuk terindeks internasional dan terakreditasi nasional. Hal itu yang menjadi tujuan diselenggarakannya “Wokshop Tata Kelola Jurnal Menuju Terindeks Internasional dan Terakreditasi Nasional” di VIP Room Gedung Serbaguna Unimed, Kamis (15/12). Hadir semua pengelola 92 jurnal mendengarkan paparan narasumber dari pimpinan Unimed dan bidang pengelola hibah jurnal Kemristekdikti. Kegiatan yang di inisiasi oleh 5 pengelola jurnal Unimed yang mendapatkan dana hibah tata kelola jurnal dari Kemristekdikti tahun 2016 ini di buka oleh Wakil Rektor IV Prof. Drs. Manihar Situmorang, M.Sc., Ph.D.

“Tahun ini ada 5 jurnal Unimed yang memperoleh dana hibah tata kelola jurnal online dari Dikti. Harapan kita tahun depan (2017) jumlah ini semakin meningkat. Acara ini semoga mendorong pengelola jurnal lain untuk mengikuti hibah bersaing tata kelola jurnal online dari Dikti. Karena dengan adanya hibah dari Dikti menjadi salah satu penyemangat kita untuk mengejar jurnal terindeks internasional dan terakreditasi nasional” ungkap Ketua Pelaksana Dr. Deni Setiawan, M.Si.

Kasubdit Fasilitasi Jurnal Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemristekdikti Bapak Suwitno, yang menjadi narasumber berharap pengelola jurnal tidak berfikir jurnal yang di kelola tidak langsung tiba-tiba terakreditasi, semua butuh proses dan upaya maksimal untuk mewujudkan kearah sana. Oleh sebab itu dibutuhkan keseriusan pengelola untuk menjaga kualitas jurnal dan dukungan full dari pimpinan kampus. Pimpinan kampus harus memberikan fasilitas yang memadai misal kantor, komputer lengkap, jaringan internet yang baik, tak kalah penting juga harus ada unit khusus yang bertanggungjawab dalam manajemen, serta dukungan pendanaan.

Suwitno

“Tapi jangan menunggu harus dua tahun baru mengurus akreditasinya. Misalnya sudah ada versi cetak, namun baru satu yang elektronik (jurnal online) bisa diurus dengan cara mem-pdf-kan yang cetak itu. Penamaan jurnal juga jangan berubah-ubah” ungkap Suwitno memberikan tipsnya.

Menurut Suwitno syarat jurnal terakreditasi nasional harus memilik versi elektronik dan dapat diakses secara online. “Tidak akan terakreditasi kalau tidak online” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Prof. Manihar Situmorang, M.Sc., Ph.D mengatakan, untuk menjadi jurnal terakreditasi, dibutuhkan kerja keras dan keseriusan pengelolanya. Manihar juga meminta kesukarelaan kontributor maupun pengelola. “Mengelola jurnal itu memang dibutuhkan orang-orang yang siap bekerja keras”, pungkasnya.

Dalam kegiatan workshop tata kelola jurnal menuju terindeks internasional dan terakreditasi nasional jurnal dilingkungan Unimed, terjadi diskusi yang hidup antara pengelola jurnal Unimed dengan narasumber. Arah diskusi terfokus pada dukungan pimpinan dari sisi sarana prasarana dan pendanaan. Sedangkan kepada Bapak Suwitno terfokus bagaimana trik bisa memperoleh dana hibah tata kelola jurnal dari Kemristekdikti dan bisa menuju terakreditasi nasional. (Humas Unimed).