PENGUMUMAN
Dialog Pencegahan Terorisme BNPT

UNIMED Dukung Pencegahan Terorisme Di Kampus

Universitas Negeri Medan bekerjasama dengan BNPT dalam melaksanakan kegiatan Dialog Pencegahan Terorisme. Untuk perguruan tinggi di wilayah Sumatera Utara, Unimed diamanahkan oleh BNPT menjadi panitia dan tempat dilaksanakannya Dialog Pencegahan Terorisme sebagai upaya agar kampus bersih dari aktivitas penyebaran paham radikal terorisme. Dialog tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Digital Library Unimed pada jumat, 28 november 2014. Hadir dalam acara dialog tersebut yakni Kepala BNPT KOMJENPOL Drs. Saud Usman Nasution, SH, MM, Direktur Deradikalisasi BNPT Prof. Dr. Irfan Idris, MA, Tim Ahli BNPT Nasir Abbas, Gubernur Sumatera Utara, Pangdam I Bukit Barisan, Kapolda SUMUT, Rektor Unimed Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si, Wakil Rektor III Prof. Dr. Biner Ambarita, M.Pd, MUI SUMUT, seluruh civitas akademika Unimed dan para mahasiswa serta undangan.

Kepala BNPT KOMJENPOL Drs. Saud Usman Nasution, SH, MM, mengatakan bahwa kegiatan dialog pencegahan terorisme ini merupakan upaya pencegahan agar civitas akademika kampus memiliki kemampuan untuk menolak penyebaran paham tersebut dan pada akhirnya paham radikal terorisme tidak masuk kewilayah kampus. Paham radikal terorisme yang berkembang disebagian masyarakat dan kemudian diwujudkan dalam bentuk aksi kekerasan merupakan ancaman nyata bagi keamanan NKRI. Banyak aksi kekerasan atas nama agama, seperti bom bunuh diri, perampokan, pembunuhan terhadap aparat kepolisian dan lain sebagainya merupakan bukti nyata bahwa faham radikal terorisme merupakan bahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, partisipasi aktif kelompok-kelompok masyarakat terdidik khususnya civitas akademika kampus dalam melakukan kontra naratif terhadap penyebaran faham-faham radikal terorisme sangat diharapkan. Upaya mendinamisasikan proses pembelajaran di perguruan tinggi sebagai bagian dari strategi pencegahan penyebaran paham radikal terorisme di kampus merupakan langkah penting, karena itu perlu didukung oleh semua pihak.

Sementara Rektor Unimed Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si, mengatakan kami Unimed mengucapkan terima kasih kepada BNPT karena telah berkenan bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan dialog pencegahan terorisme bagi kalangan kampus. Kami sangat bangga dengan dilaksanakannya kegiatan baik ini di kampus hijau Unimed. Unimed sangat siap bekerjasama dan terus mendukung kegiatan baik ini, karena kalangan terdidik dikampus seharusnya mendukung dan juga berupaya agar paham radikal terorisme tidak berkembang di civitas akademika kampus. Kegiatan ini merupakan harapan bagi kalangan kampus agar tidak terpengaruh terhadap penyebaran faham radikal yang berbahaya bagi kesatuan NKRI. Kampus merupakan wadah berkembangnya ilmu pengetahuan dan melahirkan ilmuwan yang berdedikasi. Maka tidak selayaknyalah faham radikal terorisme dapat berkembang di kampus, karena mahasiswa sebagai calon ilmuwan seharusnya bisa berpikir jernih dan sehat untuk tidak terpengaruh dan terjun kefaham tersebut.

Sedangkan ketua panitia yang juga sebagai Wakil Rektor III Unimed Prof. Dr. Biner Ambarita, M.Pd, mengatakan dengan tegas bahwa NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara tidak akan digantikan oleh negara dan/atau idiologi yang lain. Pancasila sebagai idiologi bangsa, pandangan dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara harus kita tanamkan dalam pikiran kita sebagai masyarakat kampus calon ilmuwan. Kita harus menangkal segala bentuk propaganda dan ajakan yang mendukung idiologi lain di negara yang kita cintai ini. Tidak hanya sebatas hal tersebut, akan tetapi kita semua harus menjadi garda terdepan bagi masyarakat untuk menangkal ajakan faham radikal khusus ISIS yang sedang berkembang, karena faham tersebut tentunya yang menyebarkan kebencian diantara masyarakat. (Humas Unimed).