PENGUMUMAN
Unimed MoU Konservasi Mangrove

UNIMED Jalin MoU Untuk Konservasi 60 Ha Kawasan Hutan Mangrove

Universitas Negeri Medan (UNIMED) menandatangani MoU dengan Kepala Desa Tanjung Rejo dan disaksikan Camat Percut Sei Tuan serta tokoh masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan konservasi 60 Ha hutan mangrove yang terletak di desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (1/4). Penandantangan MoU tersebut dilaksanakan pada selasa tanggal 01 April 2014 bertempat di Kantor Kepala Desa Tanjung Rejo.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Rektor Unimed Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si., Kepala Pusat Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (Pusdip-KLH) Unimed Prof. Dr. Suharta, M.Si., Kepala Pusat Studi Ilmu Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial (Pussis) Unimed Dr. Phil. Ichwan Azhari, MS., Camat Percut Sei Tuan Hadisyam Hamzah, S.H., Kepala Desa Tanjung Rejo, Selamet, Staf Bidang Lingkungan Hidup Pusdip-KLH serta tokoh masyarakat dan perwakilan LKMD dan BPD Tanjung Rejo. Penandatangan ini juga turut disaksikan oleh Ketua Lembaga Pemuda Pemerhati Lingkungan Hidup Sumatera Utara (LPPLH-SU) Arman Siregar.

Dalam sambutannya Rektor Unimed mengatakan, Unimed datang dalam rangka menunjukkan keseriusan dan tanggung jawab sebagai lembaga pendidikan tinggi, karena perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam hal pendidikan, penelitian dan pengabdian. Perguruan tinggi juga berasal dari masyarakat, itulah mengapa perguruan tinggi harus mengabdi kepada masyarakat. Unimed juga akan menjembatani kegiatan konservasi ini agar berjalan baik dengan melibatkan semua lapisan masyarakat. Kita akan meningkatkan fungsi-fungsi yang ada, baik lingkungan dan sosial ekonominya. Akan kita upayakan kawasan ini menjadi wadah studi-studi ilmiah berbasis lingkungan.

Sementara Kepala Pusdip-KLH Unimed mengatakan sangat menyambut baik program pembinaan dan pelestarian kawasan pesisir kawasan hutan mangrove ini. Ada saat-saat tertentu yang baik untuk penanaman dan pengelolaan mangrove, sehingga kita akan melibatkan ahli-ahli untuk kegiatan ini nantinya.

Kepala Pussis Unimed dan juga sebagai Ketua Prodi Antropologi Sosial Pascasarjana Unimed dalam sambutannya mengungkapkan beliau tidak menemukan burung-burung di Eropa ketika musim dingin. Mereka pindah ke berbagai tempat salah satunya di kawasan mangrove Desa Tanjung Rejo. Burung migrant ini akan pindah jika hutan bakau di desa tersebut musnah. Lebih lanjut beliau katakan bahwa ini berawal dari sebuah studi antropologis mahasiswa pascasarjana Unimed di Desa Tanjung Rejo. Dari studi tersebut kita mengetahui bahwa ada lingkungan yang sangat perlu untuk dilakukan penanganan serius. Apalagi kawasan tersebut juga menjadi habitat burung yang bermigrasi dari Eropa.

Kepala Desa Tanjung Rejo dalam sambutannya mengungkapkan sangat menyambut baik kegiatan pelestarian lingkungan yang akan dilakukan oleh Unimed ini. Hutan bakau disini perlu dijaga untuk mencegah abrasi ungkapnya. Beliau juga mencontohkan daerah yang pernah ternggelam karena abrasi air laut. Hal ini juga menjadi kekhawatiran masyarakat Desa Tanjung Rejo. Di desa ini juga sudah dikembangkan berbagai komoditi dari pohon bakau, ada makanan dan hasil kerajian tambahnya.

Tokoh masyarakat Tanjung Rejo mengungkapkan sangat senang dengan kedatangan Unimed bahkan meminta jangan hanya 60 Hektar tetapi lebih dari itu karena masih ada beberapa kawasan yang juga perlu dilakukan konservasi. Mudah-mudahan rencana konservasi kawasan hutan mangrove ini bisa berjalan dengan baik untuk kemaslahatan masyarakat. (Humas Unimed).